PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Selasa, Maret 22, 2011

ORGANISASI

http://syarifhidayat21.blogspot.com
ORGANISASI

      Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.

DEFINISI ORGANISASI ( ORGANIZATION )
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
James D. Mooney mengatakan, “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama, “ sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1)      Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2)      Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
·         Adanya tujuan bersama.
·         Adanya kerjasama dua orang atau lebih.
·         Adanya pembagian tugas.
·         Adanya kehendak untuk bekerja sama.



STRUKTUR / SKEMA ORGANISASI ( DISAIN ORGANISASI )
Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1)      Strategi organisasi pencapaian tujuan.
2)      Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3)      Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
4)      Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
·         Spesialisasi kegiatan.
·         Koordinasi kegiatan.
·         Standarisasi kegiatan.
·         Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan.
·         Ukuran satuan kerja.

TIPE DAN BENTUK-BENTUK ORGANISASI
      Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama.
      Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1)      Pembagian kerja.
2)      Rantai perintah.
3)      Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
4)      Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan.
5)      Tingkatan manajemen.
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1)      Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti
      
2)      Bentuk Vertikal, hamper sama dengan bentuk pyramidal dalam pelimpahan kekuasaan.
       
3)      Bentuk Horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
       
4)      Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.

Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
v  Organisasi Garis.
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

Kebaikannya :
a)      Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b)      Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c)      Proses pengambilan keputusan cepat.
d)     Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
e)      Rasa solidaritas tinggi.

Kelemahannya :
a)      Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b)      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c)      Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.



v  Organisasi Garis dan Staf.
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

Kebaikannya :
a)      Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b)      Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c)      Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d)     Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e)      Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f)       Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g)      Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Kelemahannya :
a)      Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b)      Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c)      Kesatuan komando berkurang.
d)     Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.

v  Organisasi Fungsional.
      Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

Kebaikannya :
a)      Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b)      Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c)      Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d)     Koordinasi berjalan lancar dan tertib.

Kelemahannya :
a)      Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan kerja menjadi sulit dilaksanakan.
b)      Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c)      Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.



v  Organisasi Panitia.
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

Kebaikannya :
a)      Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b)      Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c)      Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.

Kelemahannya :
a)      Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b)      Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c)      Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis, organisasi dinamis, organisasi formal, organisasi informal, organisasi tunggal, organisasi jamak, organisasi daerah, organisasi regional, organisasi negara, organisasi internasional dan lain sebagainya. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini, yaitu :
v  Organisasi Statis :
Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan.

v  Organisasi Dinamis :
Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi, mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.

v  Organisasi Formal :
Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.

v  Organisasi Informal :
Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.


Referensi : Pengantar Manajemen Umum ‘M. Abdul Mukhyi & Iman Hadi Saputro’ PENERBIT GUNADARMA.

Jumat, Februari 25, 2011

Bahasa pemograman PASCAL

BAHASA PEMOGRAMAN PASCAL

PASCAL adalah bahasa tingkat tinggi (hight level language) yang orentasinya pada segala tujuan. Bahasa PASCAL dirancang oleh Prof. Niklaus wirth dari Switzerland. Nama paskal diambil dari penghargaan Blaise Pascal seorang ahli matematika dan filosofi terkenal abad 17 dari Perancis.
Struktur program paskal :
1.      Judul program
2.      Blok program

v     Bagian deklarasi
Merupakan pendefinisian variable-variabel yang di butuhkan oleh program utama.
Definisi:
1.      Label
2.      Konstanta
3.      Tipe
4.      Variable
5.      Prosedur
6.      Fungsi

v     Bagian pernyataan
Merupakan blok program atau isi dari program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang dibuat
Contoh: begin dan di akhiri end.

MEMBUAT PROGRAM DENGAN BAHASA PASKAL

Contoh 1: (Mencari luas persegi panjang)
Program lat1;
Uses crt;
var
a,b:integer;
l:real;
Begin
Clrscr;
Write (‘masukkan panjang =’);
Readln (a);
Write (‘masukkan lebar’ =);
Readln (b);
L := a*b;
writeln (‘luas pesegi panjang = ‘,l:5:0):
readln;
end.


ALUR LOGIKA:
  
1.      PROGRAM LAT1 ; Sebuah judul program boleh digunakan boleh tidak, kalau ingin digunakan harus sesuai prosedur dengan menggunakan program  nama judul;.
2.      Uses crt; Sebuah definisi program boleh di tulis boleh tidak. Biasanya apabila ingin menggunakan menu window seperti clrscr; harus menggunakan uses crt ;
3.      Var Sebuah deklarasi  variabel . dimana setiap variable di berikan type datanya dan bentuk datanya dapat berubah ubah contoh : a,b : integer; berarti nilai a sama b adalah bilangan bulat
4.      Begin di akhiri dengan end. Merupakan blok program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang di buat.
5.      Clrscr; Untuk membersihkan layar dari program sebelumnya. Setiap penggunaannya harus di definisi program tersebut dengan uses crt;.
6.      Write(‘masukkan panjang =’); Adalah untuk menampilkan isi  program dimana cursor berikutnya akan berada  di samping tulisan yang dibuat. Contoh di atas diminta untuk mencetak masukkan panjang =_.
7.      Readln( ); Untuk membaca suatu variable atau program.
8.      L := a*b; Adalah sebuah proses pemberian nilai suatu variable. Dimana variable L adalah jumlah dari hasil kali variable a dan b.
9.      Readln; Untuk melihat isi program setelah program di jalankan

OUTPUT PROGRAM
Nilai :
A=3
B=5



Contoh 2 : ( Menghitung luas lingkaran )
Program la2;
Uses crt;
Var a : integer; b : real;
Begin
Clrscr;
Writeln(‘* program menghitung luas segitiga * ’)
Writeln;
Write(‘masukkan jari-jari lingkaran = ’);
Readln(a);
B := 3.14*(a*a).
Writeln(‘luas lingkaran adalah = ’,b:5:2);
Readln;
End.




ALUR LOGIKA:

1.      PROGRAM LAT2; Sebuah judul program boleh digunakan boleh tidak, kalau ingin digunakan harus sesuai prosedur dengan menggunakan program  nama judul.
2.      Uses crt; Sebuah definisi program boleh ditulis boleh tidak. Biasanya apabila ingin menggunakan menu window seperti clrscr; harus menggunakan uses crt ;.
3.      Var Sebuah deklarasi  variabel. Dimana setiap variable diberikan type datanya dan bentuk datanya dapat berubah ubah contoh : a,b : integer; berarti nilai a sama b adalah bilangan bulat
4.      Begin di akhiri dengan end. Merupakan blok program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang di buat.
5.      Clrscr; Untuk membersihkan layar dari program sebelumnya. Setiap penggunaannya harus di definisi program tersebut dengan uses crt;.
6.      Writeln (‘ *program menghitung luas lingkaran*’); Adalah untuk menampilkan isi  program. Contoh di atas diminta untuk mencetak  *program menghitung luas lingkaran*.
7.      Write (‘masukkan jari-jari lingkaran = ’); Adalah untuk menampilkan isi  program. Contoh di atas diminta untuk mencetak masukkan jari-jari lingkaran =.
8.      Readln(a ); Untuk membaca suatu variable atau program.
9.      L:=3.14*(a*a); Adalah sebuah proses pemberian nilai suatu variable pencarian nilai luas lingkaran. Dimana variable l adalah jumlah dari hasil kali 3.14*a*a.
10.  Readln; Untuk melihat isi program setelah program di jalankan (run).

Senin, Februari 21, 2011

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI dan METODE

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE


PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE

            Sebelum menguraikan pengertian organisasi dan metode sacara lengkap, terlebih dahulu akan ditinjau secara sekilas arti dari kata organisasi dan metode :

Istilah organisasi dapat diartikan sebagai :

Wadah   : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses    : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :

1.      Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Function” : Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih.
2.      James D. Money : Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
3.      Dimock : Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dari beberapa pengertian organisasi diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :

1.      Orang-orang (sekumpulan orang)
2.      Kerjasama
3.      Tujuan yang ingin dicapai

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode sacara lengkap adalah : Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses menajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.


Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
v     Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya.
v     Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.
v     Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
v     Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.

Dari uraian di atas terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
   
MANAJEMEN DAN ORGANISASI

            Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.

Kegiatan manajemen mencakup 4 hal antara lain :

1.      Planning (perencanaan)
v     Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
v     Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
v     Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan.

2.      Organizing (pengorganisasian)
v     Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
v     Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
v     Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif.

3.      Motivating (pendorongan)
v     Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
v     Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya.


4.      Controlling (pengendalian)
v     Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
v     Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan.
v     Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management istilah George R. Terry) yaitu :

1.      Manusia atau tenaga kerja (manpower)
2.      Uang atau dana (money)
3.      Bahan-bahan atau material (materials)
4.      Mesin dan peralatan (machines and equipment)
5.      Tata kerja (methods)
6.      Pasar (market)

Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah  sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.



MANAJEMEN DAN TATA KERJA

            Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
            Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :  

1.      Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
2.      Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
3.      Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti di bawah ini :

Manajemen    : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Tata Kerja      : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.  


MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Manajemen    : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
2.      Organisasi    : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan kerja sama.
3.      Tata Kerja   : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.



Referensi :
Widyatmini, Seri Diktat Kuliah “Pengantar Organisasi dan Metode” GUNADARMA.

Kamis, Desember 23, 2010

Pesan Dalam Botol - BERKAH

Pesan Dalam Botol

BERKAH

S
uatu hari rezeki gw sedang bagus. Maka, gw nggak keberatan naik taxi dari Potlot ke Duren Sawit. Begitu ada taxi tanpa penumpang, langsung aja gw stop. Dan gw pun naiklah itu kendaraan yang sejuk dan bikin pikiran gw adem.

Setiap naik taxi sendirian, gw selalu milih duduk di depan. Pernah juga gw coba duduk di belakang ala boss. Tapi gw jadi blingsatan sendiri. Kok kayaknya maksain diri. Sejak itu gw putuskan untuk duduk di depan kalo naik sendirian—persis di samping pak supir.

Gw pun ngobrol sama itu supir. Umurnya sekitar 40-an, penampilan kalem, tapi omongannya berbobot. Dia cerita, gw pun balas cerita. Cuma pas dia cerita tentang perjalanan hidupnya, gw lebih asyik jadi pendengar.

Pak supir cerita, dia sempat ngejalanin macem-macem kerjaan sebelum akhirnya jadi supir taxi……

Awalnya dia jadi supir truk LPG. Penghasilannya lumayan, tapi hati tidak senang. Soalnya teman-teman sesama supir truk pada ngemplang. Bawa LPG 200 tabung, tapi di laporan cuma di tulis 180 tabung.

Pak supir sih nggak pengen begitu. Cuma, kalo dia jujur, pasti teman-temannya bakal ketahuan boss. Jadi dia terpaksa ikut jadi maling di perusahaan sendiri. Sayang, mentalnya nggak kuat ikutan begitu. Gak lama, dia keluar.

Lantas dia dapat kerjaan sebagai pengawas di proyek pembangunan jalan. Tugasnya mengawasi para mandor. Lagi-lagi dia punya masalah serupa, ternyata pengawas yang lain sudah biasa main mata dengan mandor. kalo si mandor bawa kuli pekerja 40 orang, di laporannya tertulis 60 orang. Sebagai pengawas, dia bisa saja nolak menandatangani  laporan palsu itu. Tapi kalo itu dia lakukan, pengawas yang lain bakal ketahuan belangnya. Dan dia bakal dimusuhi sesama pengawas.

Capek di paksa jadi maling, akhirnya dia melamar jadi supir taxi. Di sinilah dia bisa hidup tenang. Semua laporan dijamin akurat, tanpa penyimpangan. Dan dia hidup nyaman, biarpun rejeki kadang-kadang pas-pasan.

Kenapa Pak Supir menolak jadi maling ? Ini ada ceritanya sendiri…..

Dia cerita, ayahnya pegawai negeri dengan posisi lumayan “basah”. Setiap bulan sang ayah bawa pulang uang sampai puluhan juta. Padahal, penghasilan resminya (sudah termasuk lembur dll) nggak sampai 1,5 juta perak. Kalo istilah kerennya, sang ayah itu koruptor. Kalo bahasa kita, sang ayah itu maling.

 Anehnya, dengan duit sebanyak itu, hidup terasa sulit buat keluarga. Duit gampang masuk, tapi lebih gampang lagi keluarnya. Mobil baru beli sudah tabrakan….ayah tiba-tiba sakit keras dan harus dirawat berhari-hari….mendadak harus bayar ini, bayar itu….Dan yang paling parah, nggak ada ketenangan di dalam rumah. Selalu ada aja masalah.

Repotnya lagi, setelah sang ayah pensiun, dia sering masuk rumah sakit karena didera macam-macam penyakit. Satu per satu barang mewah, bahkan rumah dan villa dijual untuk menutupi ongkos perawatan.
“Yaa…..rezekinya nggak berkah…Mana bisa hidup tenang ?!” kata Pak Supir dengan sedih.

Itulah sebabnya Pak Supir nggak mau mengikuti jejak ayahnya. Dia memilih mencari rezeki yang halal. Dan setelah berjuang, akhirnya ketemu juga pekerjaan yang dia mau. Dan dia merasakan hasilnya.

“Biar kata Cuma makan nasi pake garam, tapi nikmatnya sampai ke hati. Ketawa bisa lepas, bicara bisa ceplas-ceplos. Gak ada beban….”
Itulah hidup dengan berkah.
Sumber : By Biko Sabri – Koran SLANK ( Edisi  Okt-Nov 2004 )


Senin, Desember 13, 2010

MUSIK dan KITA


MUSiK
MUSIK dan KITA

S
ekilas kita mendengar kata musik pasti yang terkesan dalam benak kita adalah lagu. Ya….Lagu, yang secara tak sadar dalam setiap hari dalam kehidupan kita – mungkin setiap menit malah – selalu mendengarnya, sudah seperti oksigen yang kita hirup.

Pada masa purbakala (baca : jaman batu) irama musik hanya terbentuk dari suara manusia dan peralatan yang terbuat dari batu kemudian dipukul-pukulkan sehingga menimbulkan harmoni ansamle. Biasanya berfungsi sebagai pengiring upacara adat keagamaan mereka.

Lalu seiring dengan perkembangan jaman, alat musik pun makin berkembang. Manusia mulai mengenal alat musik tiup, bahkan petik. Namun fungsinya masih sebagai pengiring kegiatan sosial manusia, hanya lebih berkembang lagi karena manusia mulai mengenal berbagai tarian dan nyanyian yang bernada. Dan umumnya tarian dan nyanyian pasti memerlukan iringan musik, kan ?
Intinya, dari jaman Rikiplik – atau istilah lainnya yang sering orang tua kita bilang, jaman kuda gigit batu – hingga sekarang, manusia tidak akan pernah lepas dari musik.

Ada seorang teman saya, dia ini bisa dibilang penikmat segala jenis musik ( tapi bukan musisi ). Karena banyaknya lagu yang dia kenal dan hamper selalu hafal, dia nyaris selalu bisa menemukan soundtrack dalam setiap moodnya ! Bayangin, gimana besarnya pengaruh musik merasuki jiwanya ! itu baru satu orang yang saya kenal. Mungkin di dunia ini ada ribuan bahkan jutaan orang seperti dia.

L
agu sendiri adalah bagian dari musik. Setiap ansamble alat musik yang menghasilkan harmoni, bisa dibilang telah membentuk sebuah lagu. Tak usah kita repot-repot kita bahas sejauh itu deh ! Kalau kita mendengar panggilan ibadah umat Islam ( adzan ) di berbagai mesjid, itu pun bisa dibilang sebuah lagu, karena sang muadzin (orang yang melakukan adzan) melafalkannya dengan nada-nada. Dan kita semua tahu bahwa nada-nada adalah bagian dari lagu.
Bahkan musik pun memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sebuah batalyon tentara. Dalam hal ini irama musik berfungsi sebagai penyemangat mereka saat hendak berperang. Bicara soal perang, dari masa kecil saya sudah mendengar banyak berita peperangan. Perang inilah, perang itulah ! sampai saya muak mendengarnya. Dan kebanyakan dari kita pasti begitu.

Memang terlalu naif saat kita bersikap skeptis duluan bila berbicara tentang perang. Kita harus mengerti lebih dalam lagi sebab musabab dari perang itu sendiri. Karena sebuah perang biasanya timbul dari sebuah pertikaian yang terjadi antara dua pihak atau lebih, yang tak bisa dijalankan secara damai dan musyawarah.

Dihubungkan dengan pembahasan awal kita tentang musik, sepertinya agak melenceng kalau kita Sekarang membicarakan perang. Namun kalau didalami lagi, ternyata tidak juga, mengingat betapa besarnya pengaruh musik dalam tatanan kehidupan manusia, termasuk pengaruhnya terhadap sebuah batalyon perang sebagai penyemangat. Banyak contoh lagu yang telah dibuat sebagai penyemangat para serdadu dalam perang, misalnya salah satu lagu nasional kita sendiri, Maju Tak Gentar.

Manusia diciptakan memiliki sifat peka terhadap seni. Dan sebagian dari mereka diberikan kelebihan untuk menciptakan karya seni yang berasal dari curahan hatinya yang terdalam. Merekalah para seniman.

Saat berbicara soal perang, para seniman musik pun takkan tinggal diam menuangkan perasaannya tentang perang itu kedalam karyanya. Ada yang bersifat mendukung perang itu karena ia merasa ikut terjajah haknya dalam perang tersebut. Biasanya pada kasus ini sang seniman adalah warga negara salah satu pihak yang sedang berperang. namun ada pula (dan pada umumnya) mereka menentang perang, karena menurut mereka perang bukanlah sebuah solusi yang tepat sama sekali. Perang tak lain hanyalah menimbulkan kesengsaraan dan berbagai kerugian, baik jiwa maupun materi.

War ! What is a good for ? Absolutely nothing !

Itu kurang lebih cuplikan dari salah satu lagu Tom Jones yang membuktikan sikap kontra terhadap perang. Dari dalam negeri pernah digelar “Konser Anti Perang” oleh Komunitas Anti Perang di Pekan Raya Jakarta, sekitar tahun 2003 silam, yang menampilkan Iwan Fals, Leo Kristi dan lain-lain. Saat itu mereka mengungkapkan penolakannya terhadap perang, terutama terhadap rencana penyerangan AS terhadap Irak. Slank sendiri pernah menggelar konsep “Stop War!” di Plenary Hall Jakarta Convention Center, masih di tahun 2003 juga.
Banyak lagi konser dan rekaman yang dibuat oleh para seniman dan musisi baik dalam maupun luar negeri, dalam misinya menentang perang dan menyumbang para korban perang. Semua penjelasan panjang lebar diatas membuktikan sekali bahwa musik sangat berpengaruh dalam tatanan sosial kehidupan kita.

 Maha pencipta di atas sana memang hebat ! Bayangkan dunia tanpa MUSIK ! Betapa sepi pastinya…HAMPA.
By : Pepeng NAIF ( Koran SLANK )



Selasa, Desember 07, 2010

Pesan Dalam Botol - BABAT ! Bibit, Bebet, Bobot...

Pesan Dalam Botol

BABAT ! Bibit, bebet, bobot
By Kaka Slank – Koran SLANK

Gua punya uneg2 sedikit tentang….pikiran2 kuno yang masih beredar ditengah2 kehidupan anak muda sekarang dan di jaman Globalisasi kayak gini ! Yaitu, pikiran atau pendapat yang mengharuskan kita sebagai anak muda kalo mau berpasangan mesti melihat dari segi Bibit, Bebet, Bobot !??, apaan nih ??!! sama sekali gue nggak ngerti !!

Kita harus ngeliat bibitnya siapa pasangan kita !, emangnya kenapa ??, Kalo pasangan kita ternyata anaknya orang GILA ??, apa dia juga pasti orang GILA ?, apa kalo pasangan kita itu anaknya seorang residivis kelas kakap, trus anaknya pasti juga seorang penjahat kelas teri ?, enggak juga lah……

Apa mesti, anaknya ningrat harus berpasangan dengan anaknya raja ?, kenapa nggak boleh anaknya raja kawin sama anaknya pembantu rumah tangga ??? boleh ajalah….Ga ada hukumnya kan ? Kenapa sih kita mesti ngomongin keturunan ?, kenapa ga ketanjakan aja ? Hahahaha…..kita juga harus ngeliat berPendidikan apa pasangan kita…..Aaahhh…!!! jadi kalo pasangan kita sekolahnya ga beres atau sama sekali ga sekolah udah pasti ga bagus dan gak sukses ? Belum tentu !!  Contohnya gua ! (Kaka).

Gue emang orang yang sebetulnya Sangat tambeng (keras kepala) untuk disuruh sekolah, malah nggak mau ! (padahal waktu itu disuruh sama bunda), malah gue memilih musik !, di usia yang Sangat muda pas SMP. Cuma begitu di Kasih kesempatan boleh main musik ya gue main musik beneran dan sungguh2, dan Semarang gue alhamdulilah bisa deh nikmatin hasil perjuangan gue ! Pelajaran nggak mesti kita tangkep atau kita kejar di dalam gedung sekolahan. Justru pelajaran ada dimana2…di kehidupan kita. Kan ada pepatah : “Kejarlah ilmu sampai negeri Cina !” ya gak ? (thanks buat bunda yang Amat Sangat demokratis).

Yang ketiga kita harus melihat pasangan kita anaknya orang kaya apa bukan ?? Ini yang makin gue nggak habis pikir ??, emang kalo pasangan kita anak orang kaya…trus kita juga jadi kaya ??, nggak juga dong !! Yang kaya kan orang tuanya, nggak mungkin kita bawa2 uang mereka, MALU ! yang lebih membanggakan yaitu usaha kita sendiri !

Disini yang penting dalam berpasangan adalah rasa sayang, rasa memiliki, dan pengertian, setia juga saling mendukung ! Kalo gue sih Bibit, Bebet, Bobot…GUE BABAT !  

Senin, Desember 06, 2010

Tips & Trik - Biar GAUL makin asik....

Tips & Trik
 

7 CARA

Biar GAUL makin Asik…

1.       FRIENDLY, Ramah (but not rajin menjamah, Right ?), supel (tapi nggak gampangan) dan nebar senyum (beda dengan nebar pesona).

2.      UP TO DATE, walau nggak baca koran tiap hari, biar ga nonton TV tiap detik, tapi tetap tahu kejadian di dunia, peristiwa paling heboh di INDONESIA, dan Gossip terbaru di kota sendiri.


3.     BE YOURSELF, percata diri, punya gaya sendiri (tapi nggak ngerendahin gaya orang lain), kudu jadi trend setter dalam setiap kegiatan, satu lagi kudu berani mengemukakan pendapat.

4.     FAIR PLAY, sportif dan berlaku adil, menghargai perbedaan dan selalu saling melengkapi antara satu dengan lainnya.


5.      OPEN MINDED, nggak takut menerima perubahan, nggak anti kritik dan mau mencoba hal baru serta mengembangkan inovasi baru dalam setiap kegiatan.

6.     ON TIME, pastinya tepat waktu dan selalu berusaha nggak ingkar janji.


7.      ADAPTIF, tahu menempatkan diri dimanapun berada dan menghargai privacy orang lain.         

****Referensi By Mr. Bluesy****

Rabu, Desember 01, 2010

Pesan Dalam Botol - Nyanyian untuk pengamen

Pesan Dalam Botol

Nyanyian untuk pengamen

Pengen jadi seniman
Genjrang genjreng nggak karuan
Nggak ada yang kesampaian
Malah dapat maki & omelan
( Slank – “Anak Malam” )

Konon, dahulu kala ada seorang hamba tuhan yang alim. Dia tinggal di sebuah kota kecil dipinggiran Laut Merah, sekitar jazirah Arab. Dari bapaknya yang juga alim, dia belajar tentang para nabi yang mulia dan kitab-kitab yang mereka bawa. Dan dia tertarik pada salah satu kalimat di kitab suci. Maka, dia guratkan kalimat itu dengan sebatang pisau di atas selembar kulit onta. Lantas dia masukkan ke dalam botol, ditutup rapat-rapat, dan diapungkan ke Laut Merah.


Berabad-abad kemudian, ada sekumpulan anak SMA di kota kecil yang hampir setiap malam minggu punya acara sendiri:ngamen di Malang. Motivasinya sih jelas: nyari duit buat beli rokok. Maklum, mereka ini anak orang miskin. Cuma dapet duit pas hari sekolah. Nah, hari minggu hari libur sekolah. Libur juga uang sakunya, jalan satu-satunya, ya mengamen….

Mereka jelas bukan jago musik, cuma bisa main musik dan nyanyi. Tapi mereka latihan dulu sebelum ngamen. Lagu-lagunya udah disiapin, sekitar 15 lagu, ada koornya segala, biar agak enak didengar, makanya lumayan sering diminta nambah lagu.

Sering juga anak-anak ini diusir. kalo sudah begini, mereka cuma bisa menyingkir sambil tarik nafas panjang. yah, namanya juga ngamen, nggak ada paksaan kan ! di satu rumah ditolak, cari aja rumah lain !.

Tapi latihan kesabaran itu tetap ada gunanya. Buktinya anak-anak itu selalu pulang bawa uang lumayan. Setiap orang punya duit buat jajan dan beli rokok 2 bungkus. Hari minggu pun tetap berasap..Kebul…Kebul…

Itulah cerita pengalaman gw ngamen dulu. Habis itu gw ke Jakarta dan puluhan tahun jadi  penumpang setia buskota. Selama itu pula gw ketemu banyak pengamen bus kota. Dulu gw tau rasanya jadi pengamen. Sekarang gw tau rasanya jadi sasaran pengamen.

Gw punya prinsip begini: “rezeki yang halal itu ada di pekerjaan yang memberi manfaat”. Jadi, kalo ada pengamen yang nyanyinya enak, musiknya enak, caranya juga sopan…berarti rezekinya halal. Soalnya orang-orang di buskota ngasih uang karena merasa terhibur. Sebaliknya, pengamen yang suaranya sember dan minta duitnya agak memaksa, jangan harap dapat rezeki halal. rezekinya adalah “Rezeki Sumpah Serapah”….

Dan yang paling gw benci itu pengamen yang cuma modal keplok-keplok sama suara sember. Kita udah berdiri kepanasan berdesakan, masih disuruh dengerin nyanyian yang nggak karuan...eh, masih ‘dipaksa’ ngasih recehan lagi buat gangguan itu ! Ini sih bukan pengamen, melainkan pengemis-paksa !

Sebagai mantan pengamen, gw angkat topi sama pengamen-pengamen yang profesional (biarpun rezekinya mungkin masih ‘amatiran’). Mereka ini selalu berusaha menaikkan kemampuannya menghibur orang. Tinggal tunggu nasib baik aja untuk sukses. Iwan Fals itu contohnya. Suaranya enak, main gitarnya merdu, plus bisa menciptakan lagu. Sayangnya, Iwan sekarang kayaknya udah ga punya waktu lagi buat ngamen.

Almarhum Harry Roesli & Ully Sigar Rusadhy itu sahabatnya pengamen, mereka berdua turun ke jalan untuk ngumpulin pengamen, lantas diajari main musik yang bener. Slank juga sahabat pengamen. Lagu-lagunya jadi bahan ngamen, markasnya di Potlot juga terbuka buat para pengamen.

Tapi artis-artis hebat ini cuma bisa membantu. Kunci sukses pengamen ada di tangan pengamen itu sendiri. Omong kosong kalo pengamen bisa sukses hanya dengan bantuan orang lain. Mereka cuma membantu membukakan jalan, yang harus menjalani ya tetap para pengamen itu.

Jalan sukses hanya ada di ketekunan & kerja keras. Sedangkan Slank yang udah jadi bintang aja masih terus kerja keras, apalagi yang masih baru memulai perjalanan…..  


Botol berisi lembaran kulit onta dari hamba Tuhan itu terapung ratusan tahun di Laut Merah. Suatu hari seorang pelaut muda melihat botol itu. Dia lantas terjun dari kapal dan mengambilnya. Sampai di kapal, dia tunjukan botol itu kepada nahkoda dan teman-temannya. Mereka buka botol itu dan memba tulisan di kulit onta: “Tuhan tidak akan mengubah nasibmu jika kamu tidak mau mengubah apa yang ada pada dirimu”.

By Biko Sabri – Koran2an SLANK