PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Selasa, Maret 22, 2011

ORGANISASI

http://syarifhidayat21.blogspot.com
ORGANISASI

      Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.

DEFINISI ORGANISASI ( ORGANIZATION )
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
James D. Mooney mengatakan, “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama, “ sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1)      Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2)      Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
·         Adanya tujuan bersama.
·         Adanya kerjasama dua orang atau lebih.
·         Adanya pembagian tugas.
·         Adanya kehendak untuk bekerja sama.



STRUKTUR / SKEMA ORGANISASI ( DISAIN ORGANISASI )
Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1)      Strategi organisasi pencapaian tujuan.
2)      Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3)      Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
4)      Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
·         Spesialisasi kegiatan.
·         Koordinasi kegiatan.
·         Standarisasi kegiatan.
·         Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan.
·         Ukuran satuan kerja.

TIPE DAN BENTUK-BENTUK ORGANISASI
      Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama.
      Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1)      Pembagian kerja.
2)      Rantai perintah.
3)      Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
4)      Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan.
5)      Tingkatan manajemen.
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1)      Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti
      
2)      Bentuk Vertikal, hamper sama dengan bentuk pyramidal dalam pelimpahan kekuasaan.
       
3)      Bentuk Horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
       
4)      Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.

Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
v  Organisasi Garis.
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

Kebaikannya :
a)      Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b)      Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c)      Proses pengambilan keputusan cepat.
d)     Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
e)      Rasa solidaritas tinggi.

Kelemahannya :
a)      Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b)      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c)      Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.



v  Organisasi Garis dan Staf.
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

Kebaikannya :
a)      Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b)      Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c)      Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d)     Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e)      Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f)       Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g)      Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Kelemahannya :
a)      Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b)      Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c)      Kesatuan komando berkurang.
d)     Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.

v  Organisasi Fungsional.
      Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

Kebaikannya :
a)      Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b)      Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c)      Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d)     Koordinasi berjalan lancar dan tertib.

Kelemahannya :
a)      Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan kerja menjadi sulit dilaksanakan.
b)      Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c)      Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.



v  Organisasi Panitia.
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

Kebaikannya :
a)      Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b)      Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c)      Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.

Kelemahannya :
a)      Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b)      Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c)      Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis, organisasi dinamis, organisasi formal, organisasi informal, organisasi tunggal, organisasi jamak, organisasi daerah, organisasi regional, organisasi negara, organisasi internasional dan lain sebagainya. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini, yaitu :
v  Organisasi Statis :
Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan.

v  Organisasi Dinamis :
Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi, mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.

v  Organisasi Formal :
Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.

v  Organisasi Informal :
Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.


Referensi : Pengantar Manajemen Umum ‘M. Abdul Mukhyi & Iman Hadi Saputro’ PENERBIT GUNADARMA.

Jumat, Februari 25, 2011

Bahasa pemograman PASCAL

BAHASA PEMOGRAMAN PASCAL

PASCAL adalah bahasa tingkat tinggi (hight level language) yang orentasinya pada segala tujuan. Bahasa PASCAL dirancang oleh Prof. Niklaus wirth dari Switzerland. Nama paskal diambil dari penghargaan Blaise Pascal seorang ahli matematika dan filosofi terkenal abad 17 dari Perancis.
Struktur program paskal :
1.      Judul program
2.      Blok program

v     Bagian deklarasi
Merupakan pendefinisian variable-variabel yang di butuhkan oleh program utama.
Definisi:
1.      Label
2.      Konstanta
3.      Tipe
4.      Variable
5.      Prosedur
6.      Fungsi

v     Bagian pernyataan
Merupakan blok program atau isi dari program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang dibuat
Contoh: begin dan di akhiri end.

MEMBUAT PROGRAM DENGAN BAHASA PASKAL

Contoh 1: (Mencari luas persegi panjang)
Program lat1;
Uses crt;
var
a,b:integer;
l:real;
Begin
Clrscr;
Write (‘masukkan panjang =’);
Readln (a);
Write (‘masukkan lebar’ =);
Readln (b);
L := a*b;
writeln (‘luas pesegi panjang = ‘,l:5:0):
readln;
end.


ALUR LOGIKA:
  
1.      PROGRAM LAT1 ; Sebuah judul program boleh digunakan boleh tidak, kalau ingin digunakan harus sesuai prosedur dengan menggunakan program  nama judul;.
2.      Uses crt; Sebuah definisi program boleh di tulis boleh tidak. Biasanya apabila ingin menggunakan menu window seperti clrscr; harus menggunakan uses crt ;
3.      Var Sebuah deklarasi  variabel . dimana setiap variable di berikan type datanya dan bentuk datanya dapat berubah ubah contoh : a,b : integer; berarti nilai a sama b adalah bilangan bulat
4.      Begin di akhiri dengan end. Merupakan blok program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang di buat.
5.      Clrscr; Untuk membersihkan layar dari program sebelumnya. Setiap penggunaannya harus di definisi program tersebut dengan uses crt;.
6.      Write(‘masukkan panjang =’); Adalah untuk menampilkan isi  program dimana cursor berikutnya akan berada  di samping tulisan yang dibuat. Contoh di atas diminta untuk mencetak masukkan panjang =_.
7.      Readln( ); Untuk membaca suatu variable atau program.
8.      L := a*b; Adalah sebuah proses pemberian nilai suatu variable. Dimana variable L adalah jumlah dari hasil kali variable a dan b.
9.      Readln; Untuk melihat isi program setelah program di jalankan

OUTPUT PROGRAM
Nilai :
A=3
B=5



Contoh 2 : ( Menghitung luas lingkaran )
Program la2;
Uses crt;
Var a : integer; b : real;
Begin
Clrscr;
Writeln(‘* program menghitung luas segitiga * ’)
Writeln;
Write(‘masukkan jari-jari lingkaran = ’);
Readln(a);
B := 3.14*(a*a).
Writeln(‘luas lingkaran adalah = ’,b:5:2);
Readln;
End.




ALUR LOGIKA:

1.      PROGRAM LAT2; Sebuah judul program boleh digunakan boleh tidak, kalau ingin digunakan harus sesuai prosedur dengan menggunakan program  nama judul.
2.      Uses crt; Sebuah definisi program boleh ditulis boleh tidak. Biasanya apabila ingin menggunakan menu window seperti clrscr; harus menggunakan uses crt ;.
3.      Var Sebuah deklarasi  variabel. Dimana setiap variable diberikan type datanya dan bentuk datanya dapat berubah ubah contoh : a,b : integer; berarti nilai a sama b adalah bilangan bulat
4.      Begin di akhiri dengan end. Merupakan blok program yang mengandung pernyataan-pernyataan dan intruksi-intruksi baris program yang di buat.
5.      Clrscr; Untuk membersihkan layar dari program sebelumnya. Setiap penggunaannya harus di definisi program tersebut dengan uses crt;.
6.      Writeln (‘ *program menghitung luas lingkaran*’); Adalah untuk menampilkan isi  program. Contoh di atas diminta untuk mencetak  *program menghitung luas lingkaran*.
7.      Write (‘masukkan jari-jari lingkaran = ’); Adalah untuk menampilkan isi  program. Contoh di atas diminta untuk mencetak masukkan jari-jari lingkaran =.
8.      Readln(a ); Untuk membaca suatu variable atau program.
9.      L:=3.14*(a*a); Adalah sebuah proses pemberian nilai suatu variable pencarian nilai luas lingkaran. Dimana variable l adalah jumlah dari hasil kali 3.14*a*a.
10.  Readln; Untuk melihat isi program setelah program di jalankan (run).

Senin, Februari 21, 2011

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI dan METODE

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE


PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE

            Sebelum menguraikan pengertian organisasi dan metode sacara lengkap, terlebih dahulu akan ditinjau secara sekilas arti dari kata organisasi dan metode :

Istilah organisasi dapat diartikan sebagai :

Wadah   : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses    : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :

1.      Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Function” : Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih.
2.      James D. Money : Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
3.      Dimock : Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dari beberapa pengertian organisasi diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :

1.      Orang-orang (sekumpulan orang)
2.      Kerjasama
3.      Tujuan yang ingin dicapai

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pengertian organisasi dan metode sacara lengkap adalah : Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses menajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.


Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
v     Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya.
v     Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.
v     Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
v     Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan.

Dari uraian di atas terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bahkan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
   
MANAJEMEN DAN ORGANISASI

            Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pimpinan (manager) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.

Kegiatan manajemen mencakup 4 hal antara lain :

1.      Planning (perencanaan)
v     Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
v     Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
v     Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan.

2.      Organizing (pengorganisasian)
v     Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
v     Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
v     Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif.

3.      Motivating (pendorongan)
v     Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
v     Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidikan dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya.


4.      Controlling (pengendalian)
v     Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan.
v     Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan.
v     Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tindak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Keempat kegiatan manajemen tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management istilah George R. Terry) yaitu :

1.      Manusia atau tenaga kerja (manpower)
2.      Uang atau dana (money)
3.      Bahan-bahan atau material (materials)
4.      Mesin dan peralatan (machines and equipment)
5.      Tata kerja (methods)
6.      Pasar (market)

Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama di satu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah  sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.



MANAJEMEN DAN TATA KERJA

            Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
            Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, di samping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :  

1.      Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
2.      Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
3.      Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti di bawah ini :

Manajemen    : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Tata Kerja      : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.  


MANAJEMEN, ORGANISASI DAN TATA KERJA

Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Manajemen    : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
2.      Organisasi    : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan kerja sama.
3.      Tata Kerja   : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.

Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.



Referensi :
Widyatmini, Seri Diktat Kuliah “Pengantar Organisasi dan Metode” GUNADARMA.