PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Sabtu, April 09, 2011

DINAMIKA ORGANISASI

DINAMIKA ORGANISASI
         
          Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik pimpinan atau sesama anggota, menimbulkan bermacam-macam dinamika perilaku dalam berorganisasi. Dalam dinamika organisasi ini akan dibahas beberapa hal penting antara lain :

DINAMIKA KONFLIK
          Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak. Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang di bawa individu dalam suatu interaksi.

JENIS DAN SUMBER KONFLIK
          Adapun mengenai jenis-jenis konflik, dikelompokkan sebagai berikut :
• Person rile conflict : konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang.
• Inter rule conflict : konflik antar peranan, yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
• Intersender conflict : konflik yang timbuk karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang.
• Intrasender conflict : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.

          Selain pembagian jenis konflik di atas masih ada pembagian jenis konflik yang dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan, yaitu :
• Konflik dalam diri individu
• Konflik antar individu
• Konflik antar individu dan kelompok
• Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
• Konflik antar organisasi

          Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebih konseptual litteral mengemukakan empat penyebab konflik organisasional, yaitu :
• Suatu situasi dimana tujuan-tujuan tidak sesuai
• Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-alokasi sumber daya yang tidak sesuai
• Suatu masalah yang tidak tepatan status
• Perbedaan presepsi

          Didalam organisasi terdapat empat bidang structural, dan dibidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :
• Konflik hirarkis adalah konflik antar berbagai tingkatan organisasi
• Konflik fungsional adalah konflik antar berbagai departemen fungsional organisasi
• Konflik lini-staf adalah konflik antara lini dan staf
• Konflik formal informal adalah konflik antara organisasi formal dan organisasi informal.

          Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut didasarkan atas empat anggapan, yaitu :
• Konflik dapat di hindarkan
• Konflik diakibatkan oleh para pembuat masalah, pengacau dan primadona
• Bentuk-bentuk wewenang legalistic
• Korban diterima sebagai hal yang tak dapat dielakkan

          Apabila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terhadap perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai, sehingga konflik tak terelakkan. Dalam hal ini pimpinan dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisinya, yaitu :
• Menggunakan kekuasaan
• Konfrontasi
• Kompromi
• Menghaluskan situasi
• Mengundurkan diri

          Sumber-Sumber Konflik
• Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas
• Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
• Saling ketergantungan dalam kegiata-kegiatan kerja
• Perbedaan nilai-nilai atau presepsi
• Kemandirian organisasional
• Gaya-gaya individual

          Bila dilihat sekilas sepertinya konflik itu sangat sulit untuk dihindari dan diselesaikan, tetapi dalam hal ini jangan beranggapan bahwa dengan adanya konflik berarti organisasi tersebut telah gagal. Karena bagaimanapun sulitnya suatu konflik pasti dapat diselesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
          Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :
1) Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
2) Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
3) Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
4) Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
5) Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
6) Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
7) Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
8) Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.

MOTIVASI
          Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak.
          Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi adalah berbeda-beda. Dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.
Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh faktor internal maupun eksternal tergantung darimana suatu kegiatan dimulai. Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Begitu juga dalam suatu organisasi, setiap individu akan mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan unik.
          Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum mendapat kesepakatan para ahli, namun demikian para psikolog menyetujui bahwa motivasi internal dapat di kelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu :
1) Motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus dan seks.
2) Motivasi psikhologis yang dapat dikelompokan dalam 3 kategori dasar, yaitu :
a) Motivasi kasih sayang (affectional motivation) yaitu motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan keharmonisan, dll.
b) Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggaan diri.
c) Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi dll.

TEORI MOTIVASI
          Teori Motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekeuatan yang ada di dalam individu yang di pengaruhi faktor-faktor intern. Untuk itu,teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori motivasi internal, tetapi justru mengembangkannnya. Teori motivasi eksternal ada yang positif dan ada pula yang negatif. Dalam hal ini ada beberapa teori yang menjelaskan teori motivasi eksternal, yaitu :

1) Teori X dan Teori Y Mc Gregor
Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :
Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan akan menghindarinya bila dapat. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.
Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :
a) Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
b) Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
c) Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
d) Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.
e) Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
f) Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

2) Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
a) Kebutuhan Fisiologis
b) Kebutuhan Keamanan
c) Kebutuhan Sosial
d) Kebutuhan Penghargaan
e) Kebutuhan Aktualisasi Diri

3) Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland
Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.
Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan

4) Teori Motivasi Dua faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu :
• Pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan.
• Penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators. (dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis).


KESIMPULAN
Sumber-sumber konflik organisasional sebagian besar merupakan hasil dinamika interaksi individual dan kelompok serta proses–proses psikologis. Untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pimpinan dapat melakukan tindakan alternatif, tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Tindakan alternatif tersebut adalah menggunakan kekuasaan, konfrontasi, kompromi, menghaluskan situasi, dan mengundurkan diri.
Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi “hidup”.
Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi bisa ditempatkan sebagai mitra berdialog, mitra berdiskusi akhirnya menjadi dinamikanya dalam organisasi.
Referensi : http://faizahzoetbis.blogspot.com/2010/01/dinamika-organisasi.html

Kamis, Maret 24, 2011

TRANS TV "Milik Kita Bersama"


Slogan “Milik Kita Bersama”
Diluncurkan 15 Desember 2001 di Jakarta
Pemilik PT. Trans Corpora
Kantor Pusat Jakarta, INDONESIA
Saluran afiliansi Trans7
Situs Web http://www.transtv.co.id
LOGO
Logo Trans TV berbentuk berlian, yang menandakan keindahan dan keabadian. Kilauannya mereflesikan kehidupan dan adat istiadat dari berbagai pelosok daerah di Indonesia sebagai simbol pantulan kehidupan serta budaya masyarakat Indonesia. Huruf dari jenis serif, yang mencerminkan karakter abadi, klasik, namun akrab dan mudah dikenali.
VISI : Menjadi televisi terbaik di Indonesia maupun ASEAN, memberikan hasil usaha yang positif bagi stakeholders, menyampaikan program-program berkualitas, berperilaku berdasarkan nilai-nilai moral budaya kerja yang dapat diterima oleh stakeholders serta mitra kerja, dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan masyarakat.
 MISI : Wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk mencerdaskan serta mensejahterakan bangsa, memperkuat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi.

SEJARAH TRANS TV
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) merupakan perusahaan yang dimiliki oleh TRANS CORPORATION, yang juga merupakan pemilik dari TRANS 7 adalah sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia, mulai secara terrestrial area di Jakarta, yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung. Dengan motto “Milik Kita Bersama”. Konsep tayang stasiun televisi ini tidak banyak berbeda dengan stasiun televisi swasta lainnya. Kantor pusat stasiun ini berada di studio Trans TV di jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Diruktur Utama Trans TV saat ini adalah Wisnutama. 
Trans TV memperoleh ijin siaran pada tanggal 1 Agustus 1998, setelah dinyatakan lulus dari ujian kelayakan yang dilakukan tim antar departemen pemerintah, maka pada 10 November 2001 resmi disiarkan, meski baru terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun Stasiun Relay TV’nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan ini dimulai dari seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 19.00 WIB. Trans TV kemudian mulai diluncurkan secara resmi mulai tanggal 15 Desember 2001 sejak pukul 19.00 WIB yang diresmikan oleh Presiden saat itu Ibu Megawati Soekarno Putri.

BIDANG USAHA TRANS TV
Untuk menyelenggarakan siaran televisi, maka Trans TV melakukan pembangunan sarana dan prasarana studio penyiaran dan stasiun pemancar di Jakarta dan beberapa daerah antara lain : Medan, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Pada bulan Januari 2003 dibangun pemancar stasiun relay di 13 kota di Indonesia. Dengan standar peralatan siaran televisi PAL B/G  sesuai rekomendasi International Telecomunication Union ( ITU ) dan sesuai ketentuan yang di tetapkan oleh Dirjen Postel dan akan diuji sebelum peralatan beroperasi.
Perkembangan ataupun perubahan yang setiap hari terjadi di bidang social, politik, ekonomi dan teknologi di Indonesia maupun di seluruh dunia menjadi tuntutan masyarakat bagi Trans TV untuk dapat menghadirkan hal-hal baru dalam setiap acaranya. Dan juga dunia hiburan yang semakin menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, maka dari itu Trans TV berupaya memenuhi tuntutan tersebut dengan berbagai acara hiburan terbaik sehingga Trans TV mampu menjadi yang terdepan dalam kancah pertelevisian di Indonesia maupun ASEAN dengan visi akan selalu memberikan hasil usaha yang positif bagi take holders dengan menyampaikan program-program berkualitas serta berperilaku berdasarkan nilai-nilai moral dan budaya kerja yang dapat diterima oleh take holders.
Hal ini adalah tugas dari Trans TV untuk dapat meningkatkan profesionalisme dan standart pemograman yang tinggi didalam kinerjanya sebagai konsekwensi untuk tercapainya misi sebagai wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk mensejahterakan dan mencerdaskan bangsa, memperkuat persatuan dan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang sehat melalui pencapaian program-program berkualitas dan yang mempunyai nilai-nilai moral yang dapat diterima oleh masyarakat dan mitra kerja.
ACARA-ACARA YANG PERNAH DITAYANGKAN TRANS TV
*100% Senorita                                   *3 Sahabat                              *Aaron Stone 
*Akhirnya Datang Juga                      *Angel’s Diary                        *Berita Hari Ini
*Cerita Anak                                       *Ceriwis Pagi Ini                    *Diary Wisata Kuliner
*Dorce Show                                      *Dunia Lain                            *Fans
*Fantasia                                             *First Love                              *Flame Of Recca
*Goosebumps                                     *Hannah Montana                  *Jail
*Jean Pantau                                       *Kado Istimewa                     *Kumpulan Perkara Korupsi
*Liga Spanyol                                     *Melati Putih                          *Men In Black
*Missing Lyrics                                   *New Prime Time                   *Ninku
*Orang Ketiga                                                *Penting Banget                     *Reaksi
*Tebak Harga                                      *The Coffee Bean Show        *The Price Is Right
*Tom & Jerry Kids                             *Toonsylvania                         *Sang Bintang
*Semua Sayang Chika                        *Sentuhan Qalbu                    *Sinema Dini Hari
*Sisi Lain                                            *Siti Nurbaya                          *Sketsa Ajaah..
*Spontan                                             *Surat Sahabat                        *Reportase
*Reportase Pagi                                  *Reportase Siang                    *Reportase Sore
*Reportase Malam                              *Reportase Minggu                 *Reportase Investigasi
*Insert Pagi                                         *Insert Siang                           *Investigasi Selebriti
*Indonesia Mencari Bakat 2               *Halal?                                    *Islam Itu Indah
*Kejar Tayang                                     *Jelang Siang                          *Bioskop Indonesia
*Bioskop Trans TV                             *John Pantau                           *Extravaganza
*Jelajah                                               *Wisata Kuliner                      *Police 86
*Jika Aku Menjadi..                            *Termehek Mehek                  *Bosan Jadi Pegawai
*Hidup Ini Indah                                *Realigi                                   *Tangan di Atas
*Mr. Bean                                           *Derings                                  *Ngulik
*Ala Chef                                           *Griya Unik                            *Suami-suami Takut Istri
*Gula-gula                                          *Sinema Indonesia Spesial     *On Line
*Teropong Iman                                  *Celebrity On Vacation          *Koper dan Ransel
*Benu Buloe                                       *Loe Boleh Gila                      *Peppi The Explorer
*Makin Gaya                                      *Para Pemburu                        *Rangking 1
*Suara Indonesia                                *Cinta Cenat Cenut


STRUKTUR ORGANISASI TRANS TV
PT. Televisi Tranformasi Indonesia (Trans TV) dipimpin oleh suatu direksi yang terdiri dari seorang direktur atau lebih, jikalau diangkat lebih dari seorang direktur, maka seorang diantaranya diangkat sebagai Direktur Utama.
No.
Nama
Awal Jabatan
Akhir Jabatan
1
Ishadi S.K
1998
2008
2
Wisnutama
2008
Sekarang
DIREKSI
No.
Nama
Jabatan
1
Wisnutama
Direktur Utama
2
Atiek Nurwahyuni
Direktur Penjualan dan Pemasaran
3
Warnedy
Direktur Keuangan dan Sumber Daya




Referensi :
Buku Broadcaster Development Program General Training 2009
Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia bebas
http://www.scribd.com/

Selasa, Maret 22, 2011

ORGANISASI

http://syarifhidayat21.blogspot.com
ORGANISASI

      Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif.

DEFINISI ORGANISASI ( ORGANIZATION )
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
James D. Mooney mengatakan, “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama, “ sedang Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1)      Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2)      Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
·         Adanya tujuan bersama.
·         Adanya kerjasama dua orang atau lebih.
·         Adanya pembagian tugas.
·         Adanya kehendak untuk bekerja sama.



STRUKTUR / SKEMA ORGANISASI ( DISAIN ORGANISASI )
Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1)      Strategi organisasi pencapaian tujuan.
2)      Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3)      Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
4)      Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.

Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
·         Spesialisasi kegiatan.
·         Koordinasi kegiatan.
·         Standarisasi kegiatan.
·         Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan.
·         Ukuran satuan kerja.

TIPE DAN BENTUK-BENTUK ORGANISASI
      Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama.
      Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1)      Pembagian kerja.
2)      Rantai perintah.
3)      Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
4)      Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan.
5)      Tingkatan manajemen.
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1)      Bentuk Piramidal, merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti
      
2)      Bentuk Vertikal, hamper sama dengan bentuk pyramidal dalam pelimpahan kekuasaan.
       
3)      Bentuk Horisontal, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
       
4)      Bentuk Melingkar, menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.

Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
v  Organisasi Garis.
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

Kebaikannya :
a)      Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b)      Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c)      Proses pengambilan keputusan cepat.
d)     Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
e)      Rasa solidaritas tinggi.

Kelemahannya :
a)      Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b)      Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c)      Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.



v  Organisasi Garis dan Staf.
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.

Kebaikannya :
a)      Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b)      Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c)      Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d)     Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e)      Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f)       Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g)      Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Kelemahannya :
a)      Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b)      Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c)      Kesatuan komando berkurang.
d)     Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.

v  Organisasi Fungsional.
      Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.

Kebaikannya :
a)      Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b)      Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c)      Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d)     Koordinasi berjalan lancar dan tertib.

Kelemahannya :
a)      Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan kerja menjadi sulit dilaksanakan.
b)      Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c)      Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.



v  Organisasi Panitia.
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.

Kebaikannya :
a)      Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b)      Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c)      Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.

Kelemahannya :
a)      Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b)      Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c)      Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis, organisasi dinamis, organisasi formal, organisasi informal, organisasi tunggal, organisasi jamak, organisasi daerah, organisasi regional, organisasi negara, organisasi internasional dan lain sebagainya. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini, yaitu :
v  Organisasi Statis :
Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan.

v  Organisasi Dinamis :
Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi, mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.

v  Organisasi Formal :
Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional.

v  Organisasi Informal :
Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama, dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.


Referensi : Pengantar Manajemen Umum ‘M. Abdul Mukhyi & Iman Hadi Saputro’ PENERBIT GUNADARMA.