Mobile-BANKING
Arti istilah Mobile Banking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut atau disingkat dengan M-Banking. Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.
Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan Bank menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.
Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIMtolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau dikenal dengan istilah sms banking.Untuk operator GSM sudah support untuk transaksi via mobile banking namun untuk operator CDMA masih ada yang belum mendukung layanan mobile banking.
Operator GSM yang sudah mendukung layanan mobile banking
Telkomsel (KartuHalo, SimPati, As)
Indosat (Matrix, Mentari, Im3)
XL (Xplore, XL Bebas, XL Jempol)
3 (3 Postpaid, 3Prepaid)
Operator CDMA yang sudah mendukung layanan mobile banking
Fren
Starone
Flexi
Mobile Banking Telkomsel
Layanan SMS Banking Telkomsel adalah salah satu layanan innovative yang ditawarkan Telkomsel yang memungkinkan pelanggan melakukan kegiatan transaksi perbankan melalui handset/ponsel. Pelanggan dapat mengakses layanan ini dengan cara mengetikkan command word (Plain SMS).
Berikut adalah list mobile banking yang telah bergabung :
Bank Permata (SimToolkit/3399)
Citibank (SimToolKit)
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Buana (SimToolKit)
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ (SimToolKit)
Bank Rakyat Indonesia 3300
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
CIGNA
Takaful
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA (menu SimToolkit)
Bank Danamon Indonesia (SimToolKit/3435)
Mandiri (SimToolKit/3355)
BNI SMS Banking (SimToolKit/3346)
Mobile Banking XL
Bank Permata
Citibank
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ
Bank Rakyat Indonesia
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA
Bank Danamon Indonesia
Mandiri
BNI SMS Banking
Mobile Banking Indosat
Berikut adalah list mobile banking yang telah bergabung :
Bank Permata (SimToolkit/3399)
Citibank (SimToolKit)
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Buana (SimToolKit)
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ (SimToolKit)
Bank Rakyat Indonesia 3300
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
CIGNA
Takaful
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA (menu SimToolkit)
Bank Danamon Indonesia (SimToolKit/3435)
Mandiri (SimToolKit/3355)
BNI SMS Banking (SimToolKit/3346)
Referensi : http://putraaldy.blogspot.com/2012/01/pengertian-mobile-banking.html
Minggu, April 14, 2013
Kamis, Maret 14, 2013
Aplikasi Sistem Informasi Perbankan BRI Syariah
APLIKASI SISTEM INFORMASI PADA ORGANISASI
PERBANKAN BRI SYARIAH
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan
dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut
dengan riba serta larangan
investasi untuk
usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan
produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal
ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.
Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara
bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha,
atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.
Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara
lain :
- Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
- Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
- Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
- Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
- Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.
PT Bank BRI Syariah merupakan perusahaan perbankan
yang menjalankan sistem perbankannya berdasarkan pada Syariat Islam. PT
Bank BRI Syariah berawal dari Bank Arta Jasa
yang diakuisisi oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Yang kemudian beroperasi Bank BRI Syariah setelah
mendapatkan ijin dari Bank Indonesia. Di sana ada
perubahan sistem perbankkannya yang semula dengan konvensional berubah ke sistem Syariah. Saat itu Bank
BRI Syariah menjalankan usahanya berada dibawah induk PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Barulah pada tahun 2008 Bank
BRI Syariah mengajukan untuk pemisahan unit usaha sehingga
berdiri sendiri sebagai PT Bank BRI Syariah.
APLIKASI-APLIKASI
SISTEM INFORMASI PADA BRI SYARIAH
· e-Banking syariah
Sebagai Bank yang bervisi menjadi Bank Retail Modern, BRIS
menyediakan layanan Electronic Banking atau E-Banking untuk memenuhi kebutuhan
Anda akan layanan melalui media elektronik untuk melakukan transaksi
perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM. Dengan Electronic
Banking BRIS, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di
kantor–kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi perbankan dapat
dilakukan dimanapun dan kapanpun dengan mudah dan praktis melalui jaringan
elektronik seperti internet dan telepon genggam dan telepon. Contohnya adalah
transfer dana antar rekening maupun antar bank, pembayaran tagihan, pembelian
pulsa isi ulang atau pengecekan saldo dan mutasi rekening.
Keuntungan layanan Electronic Banking :
- Mudah
- Dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
- Hanya dengan menggunakan perintah melalui kompter dan atau alat komunikasi yang anda gunakan dapat langsung melakukan transaksi perbankan tanpa datang ke kantor BRIS.
- Aman
- Produk Electronic Banking BRIS dilengkapi dengan security user ID dan PIN untuk menjamin keamanan atas transaksi yang Anda lakukan
- Transaksi financial melalui CMS dilengkapi dengan key token untuk mengamankan transaksi Anda.
Cara mendapatkan layanan Electronic Banking BRIS
Anda yang telah memiliki rekening Tabungan BRIS iB atau Giro BRIS
iB dapat mengajukan layanan E-Banking Group yang meliputi Cash
Management System, E –payroll dan SMS Banking dengan menghubungi kantor
cabang BRIS terdekat.
Produk Electronic Banking BRIS
1. Kartu ATM dan kartu Debit BRIS
Kartu ATM dan kartu Debit BRIS adalah kartu khusus yang diberikan
oleh BRIS kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi
secara elektronis atas rekening tersebut. Pada saat kartu digunakan
bertransaksi akan langsung mengurangi dana yang tersedia pada rekening.
Apabila digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka disbut
sebagai kartu ATM. Sedangkan apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan
pembelanjaan non tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic
Data Capture) maka kartu tersebut dikenal sebagai kartu debit.
Kartu ATM BRIS dapat digunakan di seluruh jaringan ATM
BRIS, ATM BRI, ATM Prima dan ATM Bersama, untuk jenis transaksi sbb :
- Penarikan tunai
- Transfer dana
- Informasi saldo dan mutasi rekening
- Pembayaran PLN, Telkom, Zakat, Infak
- Pembelian pulsa isi ulang
2. Kartu Co-Branding BRIS
Adalah kartu ATM yang diterbitkan oleh BRIS bekerjasama
dengan nasabah institusi untuk para anggota atau konsumennya.
Kartu co-branding mempunyai manfaat yang sama dengan kartu ATM atau kartu
Debit BRIS, dengan keunggulannya adalah desain kartu yang sepenuhnya
ditentukan oleh nasabah institusi.
Manfaat kartu Co-Branding BRIS adalah :
- Sebagai kartu identitas yang dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari
- Meningkatkan loyalitas anggota / konsumen kepada institusi yang bekerjasama dengan BRIS untuk menerbitkan kartu, karena kartu anggotanya prestisius
- Meningkatkan corporate image institusi
3. Cash Management System
Anda, khususnya nasabah perusahaan, saat ini telah dapat
melakukan transaksi perbankan baik financial maupun non financial melalui
komputer Anda yang terhubung dengan jaringan system BRIS.
Jenis Transaksi yang dapat dilakukan :
- Informasi Saldo Rekening
- Informasi Mutasi Rekening
- Transfer dana ke rekening BRIS
- E-Payroll
- Pembayaran tagihan, misalnya PLN, Telkom dan lainnya.
4. University / School Payment System (SPP)
Adalah system pembayaran (bill payment)
sekolah atau universitas yang dibuatkan BRIS untuk memudahkan para
siswa / mahasiswa untuk melakukan pembayaran biaya pendidikannya melalui
layanan perbankan secara online.
Manfaat produk ini :
- Bagi Siswa / Mahasiswa
- Dapat melakukan pembayaran pendidikan kapan saja dan dimana saja
- Melakukan pembayaran pendidikan secara mudah, aman, nyaman dan akurat.
- Bagi Sekolah / Perguruan Tinggi
- Memudahkan dalam mengadministrasikan pembayaran siswa / mahasiswa
- Mendapatkan laporan pembayaran yang akurat dan tepat waktu
- Aplikasi SPP BRIS dapat dengan mudah diintegrasikan dengan system yang sudah ada di sekolah / perguruan tinggi
- Dapat mengakomodir berbagai jenis pembayaran pendidikan di sekolah / perguruan tinggi.
5. SMS Banking
Adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung
melalui telepon selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short
message services).
Jenis Transaksi yang dapat dilakukan :
- Informasi saldo
- Transfer dana ke rekening BRIS
- Pembayaran PLN dan Telkom
- Pembelian pulsa isi ulang
Cara mendapatkan layanan SMS Banking BRIS :
- Melakukan registrasi melalui ATM BRIS
- Mendatangi kantor cabang BRIS terdekat
6. BRIS Remittance
Adalah layanan pengiriman/penerimaan uang dengan metode
notifikasi melalui telepon seluler/handphone (Short
Message Service, SMS) dimana penerima dapat mencairkan uang tersebut
dengan menunjukkan notifikasi SMS yang diterima di telepon selular yang
didaftarkannya. BRIS remittance member kemudahan pengirim dan penerima uang
untuk mengirimkan uangnya tanpa harus membuka rekening di Bank.
BRIS Remittance melayani pengiriman uang secara domestic dan
dari luar negeri, khususnya dari Malaysia, Hongkong dan segera menyusul
dari Jepang. Pengambilan uang dapat dilakukan di
seluruh Kantor BRIS. Untuk pengiriman dari Luar Negeri, BRIS
bekerjasama dengan mitra.
Biaya pengiriman sangat terjangkau yaitu :
- Dalam Negeri : Rp. 10.000,- / transaksi
- Malaysia : RM 10 / transaksi
- Hongkong : HD 30 / transaksi
Batasan transaksi pengiriman :
- Maksimal pengiriman uang Rp. 5.000.000.-/transaksi.
- Maksimal pengiriman uang Rp. 10.000.000,-/hari.
- Maksimal pengiriman uang Rp 30.000.000,-/bulan.
7. Electronic Data Capture (EDC) Mini ATM BRIS
EDC Mini ATM Adalah alat transaksi berbentuk Electronic
Data Capture untuk menerima transaksi baik berbasis tunai maupun berbasis
kartu .
Transaksi yang dapat dilakukan di EDC Mini ATM BRIS :
- Informasi Saldo
- Transfer dana ke rekening BRIS
- Pembayaran : PLN, Telkom, Zakat, Infak
- Pembelian pulsa isi ulang
- Penyetoran angsuran pembiayaan UMS BRIS
· Aplikasi Sistem Informasi Zakat nasional (SIZN)
Aplikasi
Sistem Informasi Zakat Nasional (SIZN) ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ini merupakan keinginan BRISyariah untuk mendukung
perkembangan pengelolaan zakat nasional melalui dukungan Sistem Teknologi
Informasi kepada BAZNAS, sebagai lembaga pengelola zakat yang resmi dibentuk
Pemerintah. Sumber dana pembuatan aplikasi SIZN ini berasal dari dana Corporate
Social Responsibility (CSR) PT Bank BRISyariah. Penyaluran CSR ini merupakan
bentuk baru, karena tidak sekedar disalurkan dalam bantuan sosial, tetapi
bantuan yang lebih strategis yaitu membangun sistem pengelolaan zakat di
Indonesia yang semakin transparan, profesional dan akuntabel sehingga
mengoptimalkan penggalangan potensi zakat masyarakat Indonesia.
Aplikasi sistem informasi zakat nasional (SIZN) ini
dibuat dengan tujuan untuk membangun system informasi pengelolaan zakat yang
terintegrasi, baik secara internal di BAZNAS maupun nasional antar BAZNAS
tingkat Pusat, Propinsi dan Kabupaten. Keunggulan dari SIZN yang
diserahterimakan BRISyariah ke Baznas adalah mudah digunakan, menggunakan
infrastruktur yang sederhana, menghasilkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) yang
terintegrasi secara nasional, serta membuat laporan
pengelolaan zakat yang sesuai dengan Pedoman dan Standar Akuntasi (PSAK). Ruang
lingkup aplikasi SIZN yang diserahterimakan meliputi aplikasi penghimpunan,
aplikasi keuangan, aplikasi kasir dan aplikasi system admin.
· Aplikasi mobileBRIS
Perkembangan teknologi kian memudahkan nasabah melakukan transaksi
perbankan. Seperti terobosan dari PT Bank BRISyariah yang
meluncurkan aplikasi mobile BRIS. Dengan ini, transaksi cukup Anda lakukan dari
genggaman Anda, kapanpun dan dimanapun. Dengan mobile banking, nasabah yang
ingin bertransaksi tidak harus ke kantor cabang. Karena sudah bisa dengan menggunakan
layanan android atau BlackBerry. Tetapi harus registrasi lebih awal. Mobile
BRIS ini dapat diunduh melalui empat market online yakni Blackberry App World,
Android Market, Apple App Store, dan Nokia Store. Ini menurutnya, kali pertama
bank syariah menyediakan layanan perbankan berbasis ponsel yang tersedia di
empat market online sekaligus. Dengan mobile BRIS nasabah BRI Syariah dapat
melakukan berbagai transaksi. Di antaranya pembayaran seluruh tagihan rutin
bulanan, transfer, isi ulang pulsa, sampai pembayaran zakat, infaq, shodaqah
(ZIS).
· Aplikasi Core Banking System (CBS)
Aplikasi Core Banking System (CBS) adalah aplikasi inti yang
merupakan jantung dari sistem perbankan. Core Banking ini digunakan untuk
memproses loan, saving, customer information file hingga berbagai layanan
perbankan lainnya. Kalau dibandingkan dengan industri lain, aplikasi Core
Banking ini mirip dengan Billing Systemnya perusahaan Telekomunikasi, atau
ERP-nya perusahaan manufaktur. Namun agak sedikit berbeda dibandingkan dua
industri tadi, Core Banking pada industri perbankan sangatlah beragam mulai
dari yang inhouse development, local vendor hingga yang dikerjakan vendor
asing.
REFERENSI
:
Jumat, Januari 25, 2013
ELEMEN-ELEMEN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN (SPI)
Elemen-elemen Struktur Pengendalian Intern(SPI)
A. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah:
• Filosofi dan gaya operasi manajemen
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya, menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan. Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan. Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen.
• Struktur Organisasi
Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi. Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi)
• Dewan komisaris dan Audit Komite
Dewan komisaris merupakan penghubung antara manajemen dengan pemilik, bertugas untuk mengendalikan manajemen. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris, jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris.
Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan. Komite ini independen terhadap manajemen, dan biasanya dibebani dengan keseluruhan tanggung jawab laporan keuangan, ketaatan terhadap hukum, dan peraturan yang ada. Agar efektif komite ini berkomunikasi dengan audit intern dan ekstern. Audit intern melapor ke komite audit untuk memastikan independensinya terhadap manajemen.
• Metode Pendelegasian Wewenang Dan Tanggung Jawab
Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu bagan organisasi.
• Metode pengendalian manajemen
teknik-teknik yang digunakan manajemen untuk menyampaikan instruksi dan tujuan operasi kepada bawahan dan untuk evaluasi hasilnya. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.
• Berfungsinya audit intern
Audit intern berfungsi, memonitor dan mengevaluasi pengendalian secara menerus. Tujuan dari fungsi audit intern adalah membantu manajemen dalam menganalisis dan menilai aktivitas system sebagai berikut:
- Sistem informasi organisasi
- Struktur pengendalian intern organisasi
- Ketaatan terhadap kebijakan, prosedur & rencana operasi
- Kualitas kinerja karyawan
• Kebijakan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.
• Pengaruh Ekstern
Organisasi harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pengendalian intern perusahaan.
B. Sistem Akuntansi
Terdiri dari metode dan catatan catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung jawaban aktiva dan kewajiban yang berkaitan. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan informasi keuangan dan bahkan juga menghhasilkan pengendalian manajemen dan informasi operasional yang tidak berkaitan dengan akuntansi.
Beberapa istilah pada system akuntansi, yaitu:
• Dokumentasi sistem akuntansi, prosedur-prosedur akuntansi harus dirancang didalam pedoman sistem dan prosedur akuntansi sehingga kebijakan instruksi-instruksi dapat diketahui secara eksplisit dan diterapkan secara seragam.
• Telusuran audit, digunakan dalam konsep auditor, eksternal yang dibutuhkan opininya terhadap laporan keuangan perusahaan. Adanya telusuran audit/jejak audit auditor boleh yakin bahwa SIA dan laporan keuanganyang dihasilkan adalah layak.
C. Prosedur Pengendalian
Merupakan kebijakan dan prosedur yang tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat dicapai. Prosedur pengendalian dapat dikategorikan sesuai dengan pengendalian akuntansi intern yang dirancang untuk menjaga kekayaan perusahaan dan kelayakan laporan keuangan.
Secara umum prosedur pengendalian yang baik terdiri dari :
1. Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.
2. Pembagian tugas.
3. Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.
4. Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja.
Sumber : http://estumahargi.blogspot.com/2011/11/elemen-elemen-struktur-pengendalian.html
Struktur Pengendalian Intern
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang tepat dan akurat, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Pengendalian intern dirancang untuk:
- Keefektifan dan efisiensi dari operasi.
- Keandalan pelaporan keuangan.
- Ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
- Menjaga kekayaan suatu organisasi.
Tujuan Pengendalian tersebut sangat sulit dicapai karena:
1. Perubahan-perubahan sangat cepat yang dihadapi perusahaan modern.
2. Risiko-risiko yang semakin banyak dihadapi suatu entitas.
3. Penggunaan teknologi komputer yang membutuhkan pengendalian tambahan dalam struktur pengendaliannya.
4. Faktor-faktor manusia, dimana pengendalian diterapkan melalui manusia.
Terdapat 5 Elemen Struktur Pengendalian Intern adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan Pengendalian
Merupakan dasar dari komponen pengendalian yang lain yang secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi : Integritas, Nilai Etika, Kompetensi personil perusahaan, Falsafah Manajemen dan gaya operasional, cara manajmene di dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil, serta, arahan yang diberikan oleh dewan direksi.
2. Penilaian Resiko
Identifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu mengenai penentuan “bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola”. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai. Sebelum melakukan penilain resiko, tujuan atau target hendaknya ditentukan terlebih dahulu dan dikaitkan sesuai dengan level-levelnya.
3. Aktivitas Pengendalian
Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahkan manajemen hendaknya dilaksanakan. Aktivitas pengendalian hendaknya dilaksanakan dengan menembus semua level dan semua fungsi yang ada di perusahaan. Meliputi : aktifitas-aktifitas persetujuan, kewenangan, verifikasi, rekonsiliasi, inspeksi atas kinerja operasional, keamanan sumberdaya (aset), pemisahan tugas dan tanggung jawab.
4. Informasi dan Komunikasi
Menampung kebutuhan perusahaan di dalam mengidentifikasi, mengambil, dan mengkomukasikan informasi-informasi kepada pihak yang tepat agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawab mereka. Di dalam perusahaan (organisasi), Sistem informasi merupakan kunci dari komponen pengendalian ini. Informasi internal maupun kejadian eksternal, aktifitas, dan kondisi maupun prasyarat hendaknya dikomunikasikan agar manajemen memperoleh informasi mengenai keputusan-keputusan bisnis yang harus diambil, dan untuk tujuan pelaporan eksternal.
5. Pengawasan
Pengendalian intern seharusnya diawasi oleh manajemen dan personil di dalam perusahaan. Ini merupakan kerangka kerja yang diasosiasikan dengan fungsi internal audit di dalam perusahaan (organisasi), juga dipandang sebagai pengawasan seperti aktifitas umum manajemen dan aktivitas supervise. Adalah penting bahwa defisiensi pengendalian intern hendaknya dilaporkan ke atas. Dan pemborosan yang serius seharusnya dilaporkan kepada manajemen puncak dan dewan direksi.
Kelima komponen ini terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara dinamis. Sistem Pengendalian Internal terjalin dengan aktifitas opersional perusahaan, dana akan lebih efektif apabila pengendalian dibangun ke dalam infrastruktur perusahaan, untuk kemudian menjadi bagian yang paling esensial dari perusahaan (organisasi).
Referensi :http://safrilblog.wordpress.com/2012/11/22/pengertian-struktur-pengendalian-intern/
Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang tepat dan akurat, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Pengendalian intern dirancang untuk:
- Keefektifan dan efisiensi dari operasi.
- Keandalan pelaporan keuangan.
- Ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
- Menjaga kekayaan suatu organisasi.
Tujuan Pengendalian tersebut sangat sulit dicapai karena:
1. Perubahan-perubahan sangat cepat yang dihadapi perusahaan modern.
2. Risiko-risiko yang semakin banyak dihadapi suatu entitas.
3. Penggunaan teknologi komputer yang membutuhkan pengendalian tambahan dalam struktur pengendaliannya.
4. Faktor-faktor manusia, dimana pengendalian diterapkan melalui manusia.
Terdapat 5 Elemen Struktur Pengendalian Intern adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan Pengendalian
Merupakan dasar dari komponen pengendalian yang lain yang secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi : Integritas, Nilai Etika, Kompetensi personil perusahaan, Falsafah Manajemen dan gaya operasional, cara manajmene di dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil, serta, arahan yang diberikan oleh dewan direksi.
2. Penilaian Resiko
Identifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu mengenai penentuan “bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola”. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai. Sebelum melakukan penilain resiko, tujuan atau target hendaknya ditentukan terlebih dahulu dan dikaitkan sesuai dengan level-levelnya.
3. Aktivitas Pengendalian
Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahkan manajemen hendaknya dilaksanakan. Aktivitas pengendalian hendaknya dilaksanakan dengan menembus semua level dan semua fungsi yang ada di perusahaan. Meliputi : aktifitas-aktifitas persetujuan, kewenangan, verifikasi, rekonsiliasi, inspeksi atas kinerja operasional, keamanan sumberdaya (aset), pemisahan tugas dan tanggung jawab.
4. Informasi dan Komunikasi
Menampung kebutuhan perusahaan di dalam mengidentifikasi, mengambil, dan mengkomukasikan informasi-informasi kepada pihak yang tepat agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawab mereka. Di dalam perusahaan (organisasi), Sistem informasi merupakan kunci dari komponen pengendalian ini. Informasi internal maupun kejadian eksternal, aktifitas, dan kondisi maupun prasyarat hendaknya dikomunikasikan agar manajemen memperoleh informasi mengenai keputusan-keputusan bisnis yang harus diambil, dan untuk tujuan pelaporan eksternal.
5. Pengawasan
Pengendalian intern seharusnya diawasi oleh manajemen dan personil di dalam perusahaan. Ini merupakan kerangka kerja yang diasosiasikan dengan fungsi internal audit di dalam perusahaan (organisasi), juga dipandang sebagai pengawasan seperti aktifitas umum manajemen dan aktivitas supervise. Adalah penting bahwa defisiensi pengendalian intern hendaknya dilaporkan ke atas. Dan pemborosan yang serius seharusnya dilaporkan kepada manajemen puncak dan dewan direksi.
Kelima komponen ini terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara dinamis. Sistem Pengendalian Internal terjalin dengan aktifitas opersional perusahaan, dana akan lebih efektif apabila pengendalian dibangun ke dalam infrastruktur perusahaan, untuk kemudian menjadi bagian yang paling esensial dari perusahaan (organisasi).
Referensi :http://safrilblog.wordpress.com/2012/11/22/pengertian-struktur-pengendalian-intern/
Hambatan Pasif
HAMBATAN PASIF
Kerentanan adalah kelemahan dalam system, dan hambatan (ancaman) adalah eksploitasi potensial dari kerentanan.
Hambatan pasif mencakup kesalahan-kesalahan system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai.
Hambatan-hambatan pasif juga meliputi masalah-masalah seperti
gangguan pada tenaga dan perangkat keras. Pengendalian pada
hambatan-hambatan semacam itu dapat bersifat preventif maupun korelatif.
Toleransi kesalahan dalam hal kegagalan sumber tenaga dilakukan dengan
membuat pasokan uninterruptable power supply (UPS). Untuk mencegah
hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat
keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.
Sumber: http://zetzu.blogspot.com/2010/10/kerentanan-dan-hambatan-hambatan.html
HAMBATAN AKTIF
Hambatan adalah eksploitasi potensial dari kerentanan. Hambatan aktif
mencakup penggelapan terhadap komputer dan sabotase terhadap komputer.
Orang yang menimbulkan hambatan dalam sistem komputer :
KARYAWAN SISTEM KOMPUTER
Mereka adalah yang menginstalasikan
perengkat keras, perangkat lunak, memeperbaiki perangkat keras, dan
memperbaiki kesalahan kecil pada perangkat lunak. Dalam banyak kasus,
orang-orang ini harus memiliki akses atas pengamanan tingkat tinggi komputer, guna memperlancar pekerjaan mereka. Sebagai contoh, orang yang
menginstalasikan program akuntansi sering kali diberikan
akses yang lengkap ke catalog berkas yang memuat sistem akuntansi dan
berkas-berkas data yang berkaitan.
PEMROGRAM
Pemrogram sistem seringkali menuliskan programnya untuk memodifikasi atau memperbaiki sistem operasi. Orang-orang itu umumnya memiliki akses khusus ke seluruh berkas perusahaan. Pemrogram aplikasi dapat membuat modifikasi yang menganggu program-program yang ada, atau menuliskan program baru yang tidak memuaskan.
Pemrogram sistem seringkali menuliskan programnya untuk memodifikasi atau memperbaiki sistem operasi. Orang-orang itu umumnya memiliki akses khusus ke seluruh berkas perusahaan. Pemrogram aplikasi dapat membuat modifikasi yang menganggu program-program yang ada, atau menuliskan program baru yang tidak memuaskan.
OPERATOR KOMPUTER
Orang-orang yang merencanakan dan memonitor operasi komputer dan jaringan komunikasi disebut operator komputer dan operator jaringan
Orang-orang yang merencanakan dan memonitor operasi komputer dan jaringan komunikasi disebut operator komputer dan operator jaringan
KARYAWAN ADMINSITRATIF SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTER
Penyedia sistem merupakan orang yang mempunyai posisi dengan kepercayaan besar. Orang-orang ini secara normal memiliki akses ke pengamanan rahasia, berkas, program, dan sebagainya
Penyedia sistem merupakan orang yang mempunyai posisi dengan kepercayaan besar. Orang-orang ini secara normal memiliki akses ke pengamanan rahasia, berkas, program, dan sebagainya
KLERK PENGENDALIAN DATA
Mereka yang bertanggungjawab atas pemasukan data secara manual maupun terotomasi ke sistem komputer disebut klerk-klerk pengendalian data. Orang-orang ini berada dalam posisi yang menungkinkan untuk memanipulasi pemasukan data.
Mereka yang bertanggungjawab atas pemasukan data secara manual maupun terotomasi ke sistem komputer disebut klerk-klerk pengendalian data. Orang-orang ini berada dalam posisi yang menungkinkan untuk memanipulasi pemasukan data.
sumber : http://zetzu.blogspot.com/2010/10/kerentanan-dan-hambatan-hambatan.html
KERENTANAN SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema)
dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau
elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau
energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk
menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Kerentanan adalah kelemahan dalam system, dan
hambatan (ancaman) adalah eksploitasi potensial dari kerentanan. Terdapat dua
kategori hambatan : aktif dan pasif. Hambatan aktif mencakup penggelapan
terhadap computer dan sabotase terhadap computer, dan hambatan pasif mencakup
kesalahan-kesalahan system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir,
kebakaran, dan badai. Kesalahan system mewakili kegagalan peralatan komponen
seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Bagian tersisa dari
seksi ini akan berfokus pada hambatan aktif (penggelapan dan sabotase).
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern
Langganan:
Postingan (Atom)
