PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Rabu, September 28, 2011

Pengenalan pada Manajemen Informasi

TUGAS PENULISAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1
PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI








Disusun oleh :
SYARIF HIDAYAT
NPM : 36110785
2DB10

Dosen : LELI SAFITRI

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
2011







 
DAFTAR ISI

Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………... ii
Kata pengantar………………………………………………………………………………………………. iv
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.                 Latar belakang masalah......................................................................... 1  
1.2.                 Perumusan masalah…………………………………………………………….. 2
1.3.                 Tujuan penulisan…………………………………………………………………  3
1.4.                 Metode penulisan…………………………………………………..…………….. 3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1.          Pentingnya manajemen informasi dalam perusahaan……………… 4
2.1.1.            Meningkatnya kekompleksan tugas manajemen……………………  4
2.1.1.1.   Pengaruh ekonomi internasional…………………………………………….. 4
2.1.1.2.   Meningkatnya kekompleksan teknologi…………………………………… 4
2.1.1.3.   Penyusutan kerangka waktu…………………………………………………….  4
2.1.1.4.   Tekanan pesaing…………………………………………………………………..… 5
2.1.1.5.   Tekanan sosial……………………………………………………………………….. 5
2.1.2.      Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan……………………      5
2.2.         Peranan manajer dalam pengelolaan manajemen informasi……    5
2.2.1.      Keterampilan manajemen……………………………………………………….. 6
2.2.1.1.   Komunikasi……………………………………………………………………………. 6
2.2.1.2.   Pemecahan masalah…………………………………………………………….....  6
2.2.1.3.   Pemahaman komputer………………………………………………………….    6
2.2.1.4.   Pemahaman informasi……………………………………………………………  7
2.2.2.      Manajer dan sistem perusahaan……………………………………………     7
2.2.2.1.   Arti sistem……………………………………………………………………………… 7
2.2.2.2.   Elemen sistem………………………………………………………………………… 8
2.2.2.3.   Arti subsistem………………………………………………………………………… 8
2.2.2.4.   Arti supersistem………………………………………………………………….....  9
2.2.2.5.   Sistem bisnis……………………………………………………………………….….. 9
2.2.2.6.   Sistem fisik dan sistem konsep………………………………………………..  9
2.3.         Data dan Informasi………………………………………………………………… 10
2.4.         Komputer sebagai elemen dalam sistem informasi…………………   10
2.4.1.      Evolusi dalam ukuran……………………………………………………………. 10
2.4.2.      Komponen komputer dasar…………………………………………………… 11
            2.5.        Evolusi sistem informasi berbasis komputer………………………………. 12
            2.5.1.     Fokus data…………….………………………………………………………………       12
            2.5.2.     Fokus informasi………………………………………………………………………     12
            2.5.3.     Fokus pada pendukung keputusan……………………………………………    13
            2.5.4.     Fokus pada komunikasi…………………………………………………………...     14
            2.5.5.     Fokus konsultasi……………………………………………………………………       14
            2.6.       Upaya pencapaian sistem informasi berbasis komputer………………   15

BAB III. PENUTUP
           3.1.        Kesimpulan………………………………………………………………………………… 16
           3.2.        Saran……………………………………………………………………………………..        16
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………..17





KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah menyampaikan rahmat serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penulisan  tentang Pengenalan pada Manajemen Informasi ini dengan baik.
            Penulisan ini adalah salah satu persyaratan dalam penambahan nilai untuk mata kuliah Sistem Informasi Manajemen 1 jurusan manajemen informatika Universitas Gunadarma.
            Melalui penulisan ini pula, dengan segala kerendahan hati penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
  1. Ibu Leli Safitri  selaku Dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen 1 yang telah berkenan menerima penulis dan memberikan bimbingan serta pengarahan sehingga terwujudnya penulisan ini.
  2. Rekan-rekan 2DB10 yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu dalam menyelesaikan penulisan ini.

Semoga Allah SWT membalas budi baik kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik moril maupun materil kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis akan bersenang hati menerima segala saran dan kritik dari para pembaca demi kebaikan dan kesempurnaan tugas penulisan ini.
                 
                                                                    Depok,   27 September  2011

                                                                                    Penulis




BAB I
PENDAHULUAN


1.1.                       Latar belakang masalah
            Para manajer selalu menggunakan informasi dalam menjalankan tugasnya, maka pokok bahasan informasi manajemen bukanlah merupakan hal yang baru. Yang baru adalah cara mendapatkan informasi yang lebih baik pada saat itu. Inovasi yang membuat hal ini menjadi kenyataan adalah komputer elektronik.
            Komputer, relative merupakan peralatan baru, karena ia baru dikenal sejak sekitar tiga puluh lima tahun yang lalu. Pertama kali ia diterapkan dalam pengerjaan tugas bidang bisnis, terutama dalam peralatan akuntansi, namun akhir-akhir ini, ia dikenal sebagai alat penghasil informasi manajemen. Istilah Management Information System (MIS) (Sistem Informasi Manajemen) diciptakan untuk menjelaskan area aplikasi baru komputer ini. Pada mulanya, istilah tersebut menjelaskan semua sistem yang menghasilkan informasi bagi para manajer. Sekarang, MIS tidak lain adalah salah satu dari empat sistem yang berorientasi pada informasi. Sedangkan ketiga sistem yang berorientasi pada informasi lainnya adalah Sistem Penunjang Keputusan atau Decision Support System (DSS), Otomasi Perkantoran atau Office Automation (OA), dan Sistem Pakar atau Expert System. Keempatnya, ditambah dengan data processing system merupakan sistem informasi berbasis computer atau Computer Based Information System (CBIS).
            Semakin hari semakin banyak perusahaan yang menggunakan komputer untuk menghasilkan informasi. Komputer bahkan yang kecil dan yang paling murah, mempunyai kemampuan untuk menghasilkan informasi yang padat, tepat waktu dan akurat. Sistem yang menghasilkan informasi ini dirancang oleh para professional bidang komputer yang bekerja secara dekat dengan orang-orang yang akan menggunakan informasi, yaitu para pemakai. Dalam beberapa hal, pemakai merancang sistem itu sendiri, sebuah fenomena yang disebut end-user computing (Komputerisasi Pemakai Akhir).
            Kontrol yang dilakukan oleh perusahaan terhadap CBIS-nya sendiri disebut manajemen informasi atau Information Management. Istilah ini menyatakan bahwa informasi adalah sumber dan oleh karenanya ia dapat dikelola.



 

1.2.                      Perumusan masalah
            Informasi sebagai salah satu sumber dasar yang ada bagi manajer, yaitu sumber yang hanya mempunyai nilai sebagaimana halnya makhluk, materi atau moneter. Informasi secara khusus  mempunyai nilai karena ia akan memberikan sumber yang nyata lainnya. Pemberian ini akan menjadi lebih berperan bila perusahaan bertambah besar.
            Manajer pada stand kecil di lobi hotel dapat mengelola dengan cara mengamati unsur yang terlihat, yaitu penjual, petugas cash register, ruangan, dan pelanggan. Bila skalanya naik ke suatu perusahaan yang mempunyai ratusan atau ribuan karyawan, dengan operasi yang tersebar luas, maka manajer akan kurang dapat mengamati operasi fisik yang ada dan ia akan mengandalkan pada informasi yang memberikan gambaran operasinya. Ia menggunakan berbagai tampilan laporan dan informasi untuk mengetahui keberadaan perusahaan.

CARA PENGELOLAAN SUMBER

            Jika informasi dianggap sebagai sumber, maka seperti halnya sumber yang lain, informasi dapat dikelola. Sumber lain (manusia, uang, materi dan mesin) diperoleh dan dipasangkan untuk digunakan bila diperlukan. Seringkali, proses pemasangan atau penggabungan mengakibatkan perubahan mengakibatkan perubahan bahan mentah menjadi bentuk jadi atau siap pakai, seperti training bagi para karyawan atau penyusunan seperangkat mesin kursus. Bila sumber ini telah disusun, maka manajer harus dapat memaksimalkan penggunaannya. Manajer berusaha untuk meminimalkan jumlah waktu waktu yang tidak berguna dan harus menjaga fungsinya supaya dapat mencapai efisiensi yang maksimal. Akhirnya, manajer harus mengganti sumber tersebut pada waktu yang tepat, yaitu sebelum terjadinya ketidakefisiensian dan mengurangnya fungsi yang dibutuhkan untuk kontribusi perusahaan.

MANAJEMEN INFORMASI

            Manajemen informasi sebagai suatu sumber mempunyai pola yang sama. Manajer bertanggung jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memprosesnya menjadi informasi yang dapat digunakan. Ia harus memastikan bahwa orang yang ada dalam perusahaan akan dapat menerima informasi dengan bentuk yang tepat, pada saat yang tepat pula, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen. Yang terakhir, manajer harus membuang informasi yang kuno, tidak lengkap, dan salah, dan menggantinya dengan informasi yang dapat digunakan. Semua aktifitas ini disebut manajemen informasi atau Information Management.





1.3.                      Tujuan Penulisan

  • ·         Memahami mengapa banyak orang berminat untuk menggunakan komputer untuk pendukung manajemen.

  • ·         Mengetahui cara memilih manajer dan keterampilan dasar apa yang harus dimilikinya.

  • ·         Mengetahui arti sistem, subsistem, dan supersistem dan mengetahui bagaimana mereka berhubungan dengan organisasi bisnis.

  • ·         Mengetahui perbedaan antara data dan informasi.

  • ·         Memahami pentingnya sebuah perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan resmi mengenai manajemen sumber informasi.







1.4.                     Metode Penulisan

            Dalam mengumpulkan data pada keterangan-keterangan yang diperlukan untuk menyusun penulisan ini, penulis telah melakukan kegiatan Studi Pustaka : Yaitu pencarian data dan pengumpulan data dengan mempelajari dari internet dan membaca buku serta bacaan yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENTINGNYA MANAJEMEN INFORMASI DALAM PERUSAHAAN
            Minat terhadap manajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini, yaitu tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga di semua bidang dimana sumber dikelola. Dua alasan utama mengenai hal ini adalah: karena meningkatnya kekompleksan tugas manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik.

2.1.1.   Meningkatnya kekompleksan tugas manajemen
            Manajemen selalu merupakan tugas yang sulit, bahkan sekarang ini ia lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Semua perusahaan yang termasuk dalam ekonomi internasional, teknologi bisnisnya akan menjadi lebih kompleks, kerangka watu untuk menetapkan keputusan juga makin rumit, dan terdapat pula tekanan baik dari pesaing dan masyarakat.

2.1.1.1.Pengaruh ekonomi internasional
            Perusahaan dengan berbagai ukuran, sekarang ini menjadi subjek bagi pengaruh ekonomi yang datang dari mana saja di seluruh dunia ini. Hal ini dapat dilihat dalam pengaruh pada nilai dollar US dalam perbandingannya dengan nilai mata uang asing yang mempunyai keseimbangan impor dan ekspor.

2.1.1.2.Meningkatnya kekompleksan teknologi
            Kita dapat melihat contoh teknologi dalam bisnis setiap hari, yaitu bar code scanner yang ada pada supermarket, sistem reservasi pelabuhan udara yang menggunakan komputer, mesin teller otomatis, dan closed-circuit television dalam garasi parker. Terdapat banyak pula teknologi di balik layar yang tidak dapat kita lihat, misalnya robot yang digunakan dalam pabrik dan penyimpanan data pembelian otomatis, serta peralatan pendukung. Perusahaan menginvestasikan teknologi ini agar dapat bekerja maksimal dengan pengeluaran yang sedikit. Ia juga mengantisipasi tingkat pelayanan yang baik dengan karyawan yang sedikit. Statistik menunjukkan bahwa keinginan ini telah terpenuhi.

2.1.1.3.Penyusutan kerangka waktu
            Manajer harus bertindak secara cepat untuk merespon tekanan dari pelanggan, pesaing, dan pengendali stok. Setiap jengkal operasi bisnis bergerak dengan cepat sekarang ini daripada yang terjadi sebelumnya. Perwakilan penjualan (sales representative) melingkup ke seluruh wilayahnya dengan menggunakan jet, pesanan penjualan ditransmisikan ke kantor pusat melalui satelit, dan pengiriman pesanan disampaikan pada hari itu juga.


2.1.1.4.Tekanan pesaing
            Keinginan untuk beroperasi dengan cara yang paling efisien telah diperkuat dengan meningkatnya persaingan untuk mendapatkan dollar dari para pelanggan. Tekanan bukan saja berasal dari perusahaan domestik, namun juga oleh perusahaan di luar negeri. Pemerintah Amerika Serikat telah mengatur untuk membebankan tarif masuk untuk barang impor dari Negara tertentu (seperti sepeda motor dari jepang) dalam usahanya melindungi perusahaan dalam negeri yang mempunyai pasar yang sama dalam produk tersebut.

2.1.1.5.Tekanan sosial
            Tidak semua tekanan yang bersifat lingkungan merupakan cirri dari produksi, namun secara ironis, non-produksi pun mengakibatkan tekanan yang bersifat lingkungan. Hal ini benar dalam kasus adanya ketidaksenangan dari masyarakat yang tidak menginginkan adanya produk atau jasa tertentu. Keputusan harus didasarkan pada faktor ekonomi, demikian pula harus mempertimbangkan biaya sosial dan pembayaran gaji. Perencanaan perluasan, produk baru tempat penjualan baru, dan tindakan lain yang mempengaruhi masyarakat local dan internasional harus dipertimbangkan agar tidak berdampak buruk pada jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang.

2.1.2.   Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan
            Sementara tugas manajer menjadi lebih kompleks, ada usaha untuk meningkatkan efektifitas dalam pemecahan masalah. Kesemuanya ini terpusat pada teknik kwantitatif dan peralatan elektronik, seperti computer. Selama tahun 1950-an, metematika tingkat lanjut digunakan untuk memecahkan masalah bisnis, biasanya dalam bidang manufaktur. Usaha awal ini disebut Operation Research (OR). Selama tahun 1960-an, istilah management science dikenal sebagai metode kwantitatif yang diterapkan dalam skala luas, misalnya dalam bidang keuangan dan marketing. Bertambahnya popularitas komputer pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an menyebabkan adanya usaha untuk memanfaatkan peralatan elektronik ini untuk penghitungan matematika. Sekarang, manajer dapat mengakses komputer sentral dari terminal seperti mesin ketik. Di beberapa perusahaan, para manajer mempunyai mikrokomputer sendiri atau micros. Biasanya, micros ini di sambungkan ke komputer sentral untuk membentuk jaringan pemecahan masalah yang terpadu.   

2.2.      PERANAN MANAJER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI
            Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan penggunaan segala jenis sumber. Sumber tersebut dapat berupa uang, peralatan, uang, bahkan informasi. Definisi luas semacam itu mencangkup orang yang biasanya tidak dianggap sebagai manajer, yaitu pastor, pimpinan band, senator, dan 83 pelatih tim atletik.

2.2.1.   Keterampilan manajemen
            Ada banyak keterampilan yang bias disebutkan yang harus dipunyai oleh seorang manajer yang berhasil, namun dua diantaranya yang dianggap paling dasar adalah komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer pada semua tingkatan dan dalam semua area fungsional akan berkomunikasi dengan orang yang memberikan laporan kepadanya, dengan manajer lain, dan dengan orang di luar organisasi. Manajer tersebut juga harus memecahkan masalah dengan membuat perubahan terhadap operasi perusahaan, sehingga dapat menyesuaikan dengan lingkungannya yang telah berubah. Komputer dapat digunakan oleh para manajer untuk meningkatkan keterampilannya baik dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah.

2.2.1.1.Komunikasi
            Manajer menerima dan mentransmisikan informasi dalam bentuk lisan maupun tertulis. Komunikasi lisan atau oral communication terjadi dalam pertemuan terjadwal maupun tidak terjadwal yang terjadi sewaktu melakukan pemeriksaan dan selama percakapan dalam telepon. Kejadian komunikasi lisan ini dapat pula melibatkan makanan dan aktifitas sosial. Komunikasi tertulis atau written communication mencakup laporan, memo, surat, dan majalah. Semua media harus ada bagi manajer, dan semuanya digunakan untuk beberapa tingkatan. Namun demikian, tiap manajer harus mempunyai preferensi atau pilihan sendiri. Seorang manajer bisa memilih percakapan malalui telepon dan melalui laporan komputer, dan manajer lain mungkin akan menggunakan cara yang berbeda. Seorang manajer harus menggabungkan media komunikasi untuk menyesuaikan model manajemennya.

2.2.1.2.Pemecahan masalah
            Istilah pemecahan masalah atau problem solving mempunyai arti bahwa sesuatu yang tidak beres terjadi atau akan terjadi pada organisasi. Manajer bertindak untuk meminimalkan pengaruh yang akan merugikan itu atau memastikan bahwa masalah yang sama tidak akan terjadi lagi. Istilah tersebut juga mencakup sikap manajerial yang dimaksudkan pada kapitalisasi kesempatan atau opportunity. Manajer tidak boleh mengurangi perhatiannya kepada sesuatu yang berjalan tidak benar. Ia harus berusaha untuk memaksimalkan manfaat dari sesuatu yang telah bekerja secara benar.
            Manajer akan membuat keputusan selama proses pemecahan masalah. Pengambilan keputusan atau Decision making adalah tindakan pemilihan alternatif tindakan. Biasanya, diperlukan untuk membuat beberapa keputusan untuk menyelesaikan satu masalah.

2.2.1.3.Pemahaman komputer
            Komputer adalah peralatan yang dapat mendukung komunikasi maupun pengambilan keputusan. Manajer dapat memperoleh hasil yang terbaik dari komputer bila alat ini dapat ia pahami. Istilah pemahaman komputer atau computer literacy diciptakan untuk menampilkan pengetahuan mengenai komputer yang diperlukan untuk melakukan fungsi pada masa kini.
            Kebanyakan orang yang terlibat dalam lingkup manajemen sekarang ini, sebelumnya telah mempelajari komputer. Manajer yang demikian ini akan dapat bekerja dengan staf bagian komputer dalam suatu perusahaan untuk secara bersama-sama mengembangkan pemecahan persoalan yang berdasarkan komputer. Pada berbagai instansi, manajernya dapat bekerja sendiri.
            Tidak semua perusahaan mempunyai staf manajemen yang mempunyai pengetahuan tentang komputer, tapi banyak juga yang mempunyainya. Nampaknya, ukuran besar kecilnya perusahaan bukanlah merupakan faktor yang menentukan. Beberapa perusahaan kecil dengan kepemimpinan yang progresif telah menggunakan komputer dengan sangat efektif.

2.2.1.4.Pemahaman informasi
            Selain mempunyai pemahaman terhadap komputer, manajer modern harus pula  memahami cara menggunakan informasi dalam manajemen. Pengetahuan ini di istilahkan dengan pemahaman informasi atau information literacy dan membangun pada pemahaman komputer. Pemahaman informasi meliputi pemahaman kelebihan dan kelemahan metode yang menggunakan komputer dan yang tidak menggunakannya pada waktu metode ini diterapkan terhadap masalah bisnis. Ia juga mencakup pemahaman cara penggunaan informasi pada tiap langkah dalam proses pemecahan masalah.
            Seseorang dapat mencapai pemahaman komputer dengan mengikuti kuliah pengenalan komputer. Pemahaman dasar ini dapat dikembangkan dengan kursus tambahan atau dengan pengalaman.

2.2.2.   Manajer dan sistem perusahaan
            Orientasi sistem atau system orientation sering diasosiasikan dengan manajemen modern. Dalam melakukan orientasi semacam itu, manajer harus melihat perusahaannya sebagai sebuah keterpaduan unit fungsional yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Unit dipadukan oleh masuknya sumber, seperti materi dan informasi, dan keberadaan tiap unit tergantung pada unit yang lain.
            Untuk melengkapi orientasi sistem ini, manajer harus mengetahui kepentingan lingkungan perusahaan. Perusahaan tidak hanya melihat pada lingkungan yang memberikan sumber kehidupannya, namun ia juga harus memberikan konstribusi ke lingkungan tersebut.
            Dengan menganggap operasi bisnis sebagai sistem yang terpadu dengan seting lingkungan yang lebih luas, berarti ini merupakan cara pemikiran yang abstrak. Namun, hal ini akan berguna bagi manajer. Ia akan mencegah manajer tersesat dalam detail pekerjaannya dan ia menekankan adanya kepastian bahwa semua bagian organisasi telah bekerja secara bersama-sama.

2.2.2.1 Arti Sistem
            Ketika kata sistem digunakan dalam hubungannya dengan operasi bisnis, maka ia mengacu pada kelompok elemen yang dipadukan untuk tujuan bersama dalam mencapai beberapa tujuan.
            Kelompok elemen (Group of Elements). Sebuah sistem harus mempunyai dari satu elemen. Batu cadas, misalnya, bukanlah merupakan sebuah sistem. Namun demikian, ia bisa menjadi bagian dari sebuah sistem, seperti tembok.
            Elemen terpadu (Integrated Elements). Semua elemen dari suatu sistem harus mempunyai beberapa hubungan yang logis. Sistem mekanik dapat dengan mudah memenuhi persyartan ini. Sebagai contoh, jam, mobil, sepeda, dan VCR dirancang untuk melakukan kerja tertentu, dan semua bagian berfungsi sebagai sistem tunggal.
            Banyak orang berpendapat bahwa elemen dari suatu sistem harus berfungsi secara singkron yang sempurna. Walaupun hal ini dikehendaki, namun tidak penting. Jam tangan yang tidak menunjukan waktu dengan tepat masih disebut sistem, walaupun ia merupakan sistem yang jelek.
            Maksud bersama untuk mencapai tujuan (Common purpose to achievean objectives). Sebuah sistem dirancang untuk mencapai satu tujuan atau lebih. Semua elemen bekerja untuk mencapai tujuan sistem, dan bukan untuk tujuan sistem, dan bukan untuk tujuan masing-masing elemen tersebut. Sistem mekanik dirancang untuk mencapai operasi terkoordinasi semacam itu. Sistem yang terdiri dari manusia, seperti pekerja dalam suatu kantor, mempunyai koordinasi yang kurang terbangun. Manajer dari sistem manusia semacam itu harus selalu memotivasi elemen manusia tersebut agar dapat terkoordinasi, sehingga tujuan sistem dapat tercapai.   
     
2.2.2.2.Elemen Sistem
            Elemen dari suatu sistem bersifat terpadu. Dalam pandangan ini, sistem mentransformasikan input menjadi output. Mekanisme kontrol memonitor sistem dan mengatur operasinya, sehingga proses transformasi dapat berjalan dengan baik.
            Bila pengaturan elemen ini digunakan untuk menjelaskan sistem pemanasan , misalnya, maka input bahan bakarnya, seperti gas alam dan batubara. Proses pemanasan mengubah bentuk bahan bakar ini menjadi panas, yaitu out put. Mekanisme kontrolnya adalah thermostat, yang dapat disusun pada tingkat penampilan yang dikehendaki.

2.2.2.3. Arti Subsistem
            Subsistem (Subsystem) adalah sistem yang ada dalam sistem yang lebih besar. Hal ini berarti bahwa sistem berada pada beberapa tingkat.
            Mobil adalah sistem yang disusun dari beberapa sistem cabang, seperti sistem mesin, sistem body, dan sistem kerangka. Tiap-tiap sistem ini disusun dari sistem tingkat yang lebih rendah. Sebagai contoh, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem bahan bakar, dan sebagainya. Sistem ini mungkin masih dapat dibagi kedalam sistem tingkat yang lebih rendah lagi atau terbagi atas bagian elemen. Oleh karena itu, bagian dari sistem dapat berupa sistem tingkat yang lebih rendah ataupun bagian elemen.

2.2.2.4.Arti Supersistem
            Jika suatu sistem merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, maka sistem yang lebih besar tersebut dinamakan supersistem. Sebagai contoh, internal revenue service adalah sebuah sistem, namun ia juga merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, yaitu pemerintah federal. Dalam hal ini pemerintah federal supersistem.

2.2.2.5.Sistem Bisnis
            Organisasi yang dikelola oleh manajer mungkin mempunyai tujuan keuntungan (profit), atau mungkin bersifat tidak mencari keuntungan (nonprofit). Juga, ia dapat bersifat (swasta), dalam hal kerja sama atau kepemilikannya, atau bersifat umum (public), bila ia merupakan unit pemerintah.
            Tanggung jawab utama manajer adalah untuk menjamin bahwa perusahaan akan mencapai tujuannya. Usaha ditujukan untuk menjadikan semua bagian dari perusahaan tersebut bekerja sama seperti yang harus dilakukannya. Manajer merupakan elemen kontrol dalam sistem, yang menjaga sistem tersebut agar bergerak ke tujuan.
            Sebagaimana halnya semua sistem, sistem dari suatu firma berada dalam satu atau lebih sistem yang mempunyai lingkungan lebih besar atau supersistem. Jika firma tersebut adalah bank, misalnya, maka ia merupakan bagian dari komunitas keuangan. Ia juga merupakan bagian dari komunitas keuangan.
            Sistem firma tersebut juga mencakup sistem yang lebih kecil atau subsistem. Subsistem dari bank, seperti bagian tabungan, deposito (checking account), dan bagian pinjaman. Walaupun masing-masing susistem ini mempunyai tujuan sendiri, namun tujuan tambahan atau cabang tersebut mendukung dan memberikan kontribusi terhadap tujuan keseluruhan dari firma (bank) tersebut.

2.2.2.6.Sistem Fisik dan Sistem konsep
            Firma fisik merupakan sistem fisik (physical system). Ia nyata, dapat dilihat, disentuh, ataupun ditendang. Bangunan, truk, karyawan, mesin, dan material semuanya adalah tujuan fisik.  Manajer menggunakan sistem konsep untuk mengelola sistem fisik ini.
            Sistem konsep adalah sistem yang menampilkan sistem fisik. Sistem konsep biasanya berujud kesan mental dalam pikiran manajer, seperti gambar atau garis pada lembaran kertas, atau berujud area magnetis dari penyimpanan komputer. Cara bagaimana informasi disimpan tidak penting disini. Yang penting adalah cara penampilan informasi itu. Sistem fisik penting bagi apa yang tersimpan, sedangkan sistem konsep penting untuk penampilan sistem fisiknya. Sebagai contoh, data yang ada dalam unit penyimpanan komputer adalah sistem konsep yang menampilkan sistem fisik dari firma tersebut. Jika penyimpanan computer menunjukkan bahwa ada tujuh puluh zak semen dalam gudang, maka inspeksi terhadap gudang harus menemukan tujuh puluh zak semen tersebut.


2.3.      DATA DAN INFORMASI

            Banyak orang mengartikan istilah data dan informasi dengan sama. Hal ini dapat diterima terjadi dalam percakapan lesan, namun tidak untuk orang yang mempunyai pemahaman informasi. Data terdiri dari kenyataan dan gambar yang secara relatif tak mempunyai arti bagi pemakai. Sebagai contoh, data mungkin dapat berupa jam kerja untuk tiap karyawan dalam suatu perusahaan. Jika data ini diproses, ia dapat diubah menjadi informasi. Bila jam kerja yang dilakukan oleh tiap karyawan dikalikan dengan biaya per jam, maka produksinya akan merupakan pendapatan kotor. Bila gambaran pendapatan kotor tiap karyawan ini dijumlahkan, maka jumlahnya merupakan biaya keseluruhan dari perusahaan tersebut. Jumlah biaya ini akan merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi adalah data yang diproses, atau data yang mempunyai arti. Informasi menguak sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui.
            Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Rongsokan dari seseorang adalah harta bagi orang lain”. Dalam pembahasan data dan informasi, kita dapat mengatakan, “Data seseorang adalah informasi bagi orang lain””. Contoh dari gambaran pendapatan kotor bagi karyawan perusahaan merupakan contoh yang tepat. Gambaran yang terpisah adalah informasi bagi tiap karyawan, tiap gambaran memberitahukan karyawan mengenai jumlah uang yang dihasilkan minggu yang lalu. Namun untuk pemilik perusahaan, gambaran ini merupakan data. Pemilik ingin mengetahui biaya total perusahaannya, gambaran yang terpisah (data) harus diproses untuk menghasilkan jumlah biaya ini. Transformasi dari data menjadi informasi dilakukan oleh Information Processor (pemroses informasi). Pemroses informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem konsep.


2.4.      KOMPUTER SEBAGAI ELEMEN DALAM SISTEM INFORMASI

            Ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan komputer dalam sistem informasinya, maka proyek jangka panjang dimulai, yang mempengaruhi keseluruhan organisasi maupun berbagai elemen lingkungannya. Karena terdapat banyak jenis komputer dan komputer tersebut dapat digunakan dengan  berbagai cara, maka manajer perusahaan tersebut dihadapkan dengan banyak pilihan. Spesialis informasi membantu manajer untuk menyusun konfigurasi yang tepat.

2.4.1.   Evolusi dalam ukuran
            Komputer ada dalam segala ukuran, komputer yang lebih besar disebut Mainframe. Mainframe adalah yang terpanjang dan ia sudah banyak digunakan, khususnya pada perusahaan besar.
            Komputer yang lebih besar dan lebih berdaya daripada mainframe adalah superkomputer. Superkomputer mempunyai daya yang besar, sehingga ia hanya terdapat dalam perusahaan yang paling besar, dimana ia digunakan untuk kalkulasi ilmiah.
            Namun demikian, trend yang baru bukanlah komputer yang lebih besar, melainkan yang lebih kecil. Trend ini berawal pada tahun 1970-an dengan munculnya minikomputer. Komputer ini lebih kecil daripada mainframe, namun ia menghasilkan unit yang lebih besar.
            Minikomputer diterima baik, sehingga pabrik komputer bahkan membuat desain komputer yang lebih kecil, yang disebut mikrokomputer atau micros. Kabanykn dari sirkuit utama mikrokomputer berada dalam bentuk chip silikon yang kecil, lebih kecil dari pada kuku jari. Chip itu disebut mikroprosesor.
            Anda mestinya telah mendengar istilah small bisnis computer dan personal computer. Small Bisnis Computer (komputer bisnis kecil) adalah computer mini atau mikro yang biasanya dijumpai dalam perusahaan yang kecil, yang digunakan untuk mendukung masalah penghitungan untuk keseluruhan organisasi perusahaan tersebut. Personal komputer adalah komputer micro yang igunakan hanya untuk seseorang atau beberapa orang yang bekerja pada area yang sama. And dapat menjumpai personal komputer dimana saja, antara lain di organisasi yang besar, yang kecil, dan bahkan di rumah.
            Munculnya trend terhadap ukuran komputer yang kecil ini disebabkan pula oleh berkurangnya biaya, namun tidak mengurangi penampilan. Pada mikrokomputer yang sekarang ini, dapat dilakukan proses yang berdaya lebih kuat dibandingkan dengan yang dilakukan mainframe yang pertama.

2.4.2.   Komponen komputer dasar
            Unit yang disebut hardware dikemas dalam kabinet terpisah yang dihubungkan denga kabel elektris. Unit yang paling penting adalah Central Processing Unit (CPU). Unit ini mencakup unit penyimpanan yang disebut primary storage (penyimpanan utama), yang seringkali disebut main memory (memori utama). Penyimpanan utama berisi data yang sedang diproses dan program, yaitu daftar instruksi yang memproses data. Istilah software digunakan untuk menjelaskan semua program secara umum. Control Unit (unit kontrol) membuat semua unit dapat bekerja bersama-sama sebagai sebuah sistem, dan arithmetic and logic unit (unit aritmetik dan logika) dalah tempat terjadinya operasi kalkulasi dan logika.
            Satu atau lebih input unit memasukkan data kedalam penyimpanan utama dengan terminal keyboard yang memberikan cara yang paling terkenal. Digunakan juga optical character recognition unit (unit pengenal karakter optis), seperti yang terdapat pada checkout counter di supermarket. Bank menggunakan unit pengenal karakter tinta magnetis untuk membaca karakter bentuk tertentu yang ada pada bagian bawah cek. Dimungkinkan pula untuk memasukkan data dan instruksi dengan menggunakan suara manusia maupun dengan cara lainnya.
            Karena penyimpanan utama terbatas kapasitasnya, area penyimpanan tambahan yang disebut secondary storage (penyimpanan sekunder) atau auxiliary storage (penyimpanan tambahan) diperlukan. Penyimpanan sekunder biasanya berbentuk disk magnetis atau unit tape magnetis. Penyimpanan sekunder berisi program dan data bila mereka tidak sedang digunakan. Program yang disimpan disebut software library dan data yang disimpan disebut database.
            Hasil dari pemrosesan direkam dalam unit output. Output dapat dicetak pada kertas oleh printer atau oleh alat yang di sebut plotter, yang khusus digunakan untuk mencetak grafik, atau ia dapat ditampilkan pada layar seperti televisi yang disebut cathode-ray atau CRT.



2.5.      EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

            Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis difokuskan pada data. Kemudian, terdapat lagi penekanan pada informasi dan pembuatan keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapatkan perhatian yang besar.

2.5.1.   Fokus data (SIA/EDP)
            Selama era prakomputer, perusahaan umumnya mengabaikan keperluan informasi bagi manajer. Hal ini berlanjut sampai munculnya komputer yang pertama, karena komputer pada saat itu hanya terbatas penggunaannya pada aplikasi akuntansi.
            Selama periode ini, yang berakhir sampai pertengahan tahun 60-an, aplikasi komputer disebut electronic data processing (pemrosesan data elektronik) atau EDP. Istilah ini tidak sesuai untuk digunakan lagi, karena bila digunakan ia mempunyai konotasi yang negatif. Ini berarti terbatasnya penggunaan komputer yang hanya untuk memproses data akuntansi, bukannya untuk menghasilkan informasi manajemen.
            Istilah yang kita gunakan untuk menjelaskan aplikasi komputer utama ini, yang hal ini masih dilakukan, adalah data processing (pemrosesan data) atau DP. DP menghasilkan beberapa informasi, walaupun hal tersebut bukanlah misi utamanya.

2.5.2.   Fokus Informasi (SIM)
            Beberapa orang yang mempunyai pandangan luas menganggap bahwa komputer dapat melakukan hal yang lebih daripada sekedar memproses data. Diantara mereka ini adalah H.P Luhn dan Stephen E. Furth dari IBM, yang mengembangkan penggunaan komputer yang dikenal dengan information retrieval (pemanggilan informasi). Pengembangan ini terjadi selama akhir tahun 50-an dan awal tahun 60-an. Pemanggilan informasi tidak melakukan kalkulasi ataupun akumulasi. Ia dimaksudkan hanya untuk penyimpanan data khusus, seperti judul dan abstraksi dari publikasi cetak atau dari isi catatan pengadilan. Pemanggilan informasi adalah langkah pertama menuju penggunaan komputer sebagai sistem informasi.
            Pada tahun 1964, generasi baru dari peralatan komputerisasi diperkenalkan, yang sangat berpengaruh terhadap cara penerapan komputer. Komputer baru tersebut adalah yang pertama kali menggunakan sirkuit chip silikon, dan ia menawarkan kemungkinan terhadap daya yang lebih besar untuk tiap dollar yang dikeluarkan. Sebuah perusahaan dapat mulai menggunakan komputer yang lebih cepat dan memiliki unit penyimpanan berkapasitas besar ini. Dengan peralatan komunikasi ini maka biaya secara relatif dapat dikurangi. Konsep penggunaan komputer sebagai Management Information System (MIS) ini dikembangkan oleh pabrik komputer untuk melengkapi peralatan tambahan. Konsep MIS menandakan bahwa aplikasi komputer harus dilakukan untuk mencapai tujuan utama, yaitu menghasilkan informasi manajemen. Konsep tersebut secara cepat digunakan oleh berbagai perusahaan yang besar, karena perusahaan tersebut menyadari akan pentingnya mendapatkan informasi manajemen.
            Jalan yang ditempuh oleh perusahaan perintis ini tidaklah mudah. Hasil yang nyata seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa sebab kenapa usaha penggunaan MIS yang pertama ini gagal, yaitu kurangnya pemahaman umum mengenai komputer oleh para pemakai, pengabaian peranan manajemen oleh spesialis informasi, peralatan komputerisasi yang mahal dan terbatas oleh standart, dan sebagainya. Namun, kesalahan utama yang ada dalam penggunaan awal dari sistem ini adalah bahwa mereka terlalu ambisius. Perusahaan yakin bahwa ia akan dapat membangun sistem informasi raksasa untuk mendukung kerja para manajer. Rancangan sistem dibuat besar dan dengan cepat, sehingga akhirnya tak dapat dikelola dengan baik. Beberapa perusahaan tetap bertahan untuk menggunakannya, menginvestasikan lebih banyak lagi sumber, dan akhirnya mengembangkan sistem yang dapt bekerja , walaupun sistem tersebut tidak sesuai dengan yang direncanakan pada awalnya. Sedangkan perusahaan yang lain memutuskan untuk membatalkan ide tentang MIS dan kembali menggunakan EDP.

2.5.3.   Fokus pada pendukung keputusan
            Sementara banyak yang mengamati perjuangan perusahaan untuk menggunakan MIS raksasa dengan baik, beberapa ilmuwan informasi pada Massachusets Institute of Technology (MIT) melakukan formulasi pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah S. Scott Morton, G. Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen, dengan konsep yang dinamakan decision support system (sistem penunjang keputusan) atau DSS. DSS adalah informasi yang menghasilkan sistem yang ditujukan untuk masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan untuk menghasilkan keputusan yang harus dibuat.
            Masalah yang dapat dipecahkan dengan baik oleh DSS adalah masalah yang bersifat semistruktur. Structured problem (masalah terstruktur) dalah masalh yang elemennya diketahui dan hubungannya dapat ditentukan. Unstructured problem (masalah tak terstruktur) adalah kebalikannya, yaitu tak ada elemen ataupun hubungnnya yang dapat diketahui. Semistructured problem (masalah semi terstruktur) adalah bahwa beberapa elemen dan hubungannya dapat diketahui dan dimengerti, dan bebrapa diantaranya tidak dapat diketahui.  Daripada menginstal satu MIS raksasa, lebih baik menggunakan pendukung DSS yang di fokuskan pada masalah yang terpisah dan merancang satu atau lebih DSS untuk masing-masing.
            Pandangan penggantian MIS dengan DSS. Beberapa orang berfikir untuk mengganti MIS dengan DSS, dan mereka menganggap bahwa konsep MIS adalah kuno. Salah satu kritik yang sering kita dengar adalah bahwa MIS memuati manajer dengan terlalu banyak informasi yang tak dibutuhkannya. Hal ini biasanya terjadi pada tahap awal, namun hal ini tidak akan terjadi selanjutnya bila konsep MIS tidak rusak. Kegagalan tersebut dikarenakan konsep tersebut dilakukan atau diterapkan dengan tidak benar.
            Pandangan bahwa DSS dan MIS berada dalam Hirarki. Beberapa orang mengganggap bahwa DSS, MIS, dan DP berada dalam satu hirarki, dimana DSS paling atas dan DP yang paling bawah. DSS memberikan dukungan pemecahan masalah yang paling banyak, dengan melibatkan manajer secara aktif dan dengan cara membuat software analisis khusus sebagai pendukung database. Sebaliknya, MIS berperan lebih pasif yang hanya memberikan informasi yang kemudian informasi tersebut harus diterjemahkan dan dijalankan oleh manajer.
            Pandangan bahwa MIS adalah sumber yang bersifat organisasional. Pandangan yang ketiga ini menganggap bahwa MIS ditujukan untuk informasi penyelesaian masalah pada kelompok manajer dengan cara umum, sedangkan DSS ditujukan untuk memberikan dukungn ke manajer tertentu dengan cara yang khusus. 

2.5.4.   Fokus pada komunikasi
            Selama waktu pengembangan DSS, kepentingan dan minat difokuskan pada aplikasi komputer lain, yaitu office automation (otomatisasi kantor) atau OA. OA dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan meningkatkan produktifitas diantara manajer dan pekerja kantor dengan penggunaan peralatan elektronik dan elektromekanik. OA dimulai pada tahun 1964, ketika IBM mengeluarkan produk Magnetic Tape/ Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata yang telah terekam pada tape magnetik.
            Operasi pengetikan otomatis segera ditansfer ke kelas sistem yang kecil, yang dirancang secara khusus untuk word processing. Sistem kecil ini disebut word prosesor. Selama periode waktu ini, pemakai sistem komputer yang besar menyadari bahwa word prosesing dapat dilakukan dari terminal keyboard yang disambungkan ke komputer. Software word prosesing tertentu memungkinkan komputer sentral untuk melakukan fungsi yang sama seperti komputer word prosesor stand-alone. Langkah berikutnya adalah melakukan word prosesing pada mikrokomputer, dan akhir-akhir ini cara ini banyak diminati.
            Selain digunakan untuk word prosesing, office automation juga dikembangkan agar mencakup aplikasi lain, seperti telekonferensi, pengiriman suara, pengiriman elektronik, pengkalenderan elektronik, transmisi faksimile, dan desktop publishing.

2.5.5.   Fokus Konsultasi
            Belakangan ini ada perubahan, yaitu adanya penerapan artificial intelligence (AI) untuk masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melakukan beberapa pemikiran logis seperti manusia. Subklas khusus dari AI yaitu expert system mendapatkan perhatian yang besar. Expert system adalah sistem yang berfungsi sebagai spesialis dalam suatu area. Sebagai contoh, expert system dapat memberikan beberapa bantuan kepada manajer, sama seperti yang diberikan oleh konsultan manajemen. Selama beberapa tahun yang akan datang, kita dapat mengharapkan expert system ini akan memainkan peranan yang lebih penting seperti halnya perusahaan yang telah memolopori aplikasi inovatif ini.


2.6.      UPAYA PENCAPAIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

            Divisi marketing dari suatu perusahaan asuransi jiwa berukuran menengah menggunakan sistem informasi yang terdiri dari buku catatan yang dicetak dengan komputer, yang disiapkan secara bulanan. Beberapa cetakan ini dimaksudkan untuk membantu mnajer marketing dalam merencanakan penempatan orang yang akan menjalankan program di masa yang akan datang.
            Dengan bekerja sama, spesialis informasi dan manajer marketing telah bergerak ke tahap yang lebih jauh. Program komputer yang menyiapkan lembaran/cetakan ini dapat dianggap sebagai sistem pendukung keputusan. DSS membantu manajemen marketing dalam memecahkan masalah mengenai penetapan kekuatan penjualan untuk mencapai tujuan perusahaan.   
   




  
  BAB III
PENUTUP

3.1.      KESIMPULAN
            Informasi adalah sumber berharga bagi setiap manajer.agar informasi tersebut dapat bernilai baik maka di perlukannya keahlian dan pengetahuan di setiap manajer. Untuk mengelola informasi.terdapat dua jenis pengetahuan manajer yang merupakan kunci di dalam manajemen informasi menggunakan komputer yaitu : Mengerti komputer dan mengerti informasi.
3.2.      SARAN
            Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab di dalam perusahaan maka sebaiknya keterampilan dalam berkomunikasi, memecahkan masalah, memahami komputer, serta memahami informasi haruslah benar-benar dikuasai dan dipunyai oleh manajer tersebut jika ingin menjadi manajer yang berhasil.







 BAB IV
 DAFTAR PUSTAKA


·         E.S Margianti, D. Suryadi, Seri Diktat Kuliah : Sistem Informasi Manajemen, Gunadarma, Jakarta, 1994.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar