PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Rabu, Desember 01, 2010

Pesan Dalam Botol - Nyanyian untuk pengamen

Pesan Dalam Botol

Nyanyian untuk pengamen

Pengen jadi seniman
Genjrang genjreng nggak karuan
Nggak ada yang kesampaian
Malah dapat maki & omelan
( Slank – “Anak Malam” )

Konon, dahulu kala ada seorang hamba tuhan yang alim. Dia tinggal di sebuah kota kecil dipinggiran Laut Merah, sekitar jazirah Arab. Dari bapaknya yang juga alim, dia belajar tentang para nabi yang mulia dan kitab-kitab yang mereka bawa. Dan dia tertarik pada salah satu kalimat di kitab suci. Maka, dia guratkan kalimat itu dengan sebatang pisau di atas selembar kulit onta. Lantas dia masukkan ke dalam botol, ditutup rapat-rapat, dan diapungkan ke Laut Merah.


Berabad-abad kemudian, ada sekumpulan anak SMA di kota kecil yang hampir setiap malam minggu punya acara sendiri:ngamen di Malang. Motivasinya sih jelas: nyari duit buat beli rokok. Maklum, mereka ini anak orang miskin. Cuma dapet duit pas hari sekolah. Nah, hari minggu hari libur sekolah. Libur juga uang sakunya, jalan satu-satunya, ya mengamen….

Mereka jelas bukan jago musik, cuma bisa main musik dan nyanyi. Tapi mereka latihan dulu sebelum ngamen. Lagu-lagunya udah disiapin, sekitar 15 lagu, ada koornya segala, biar agak enak didengar, makanya lumayan sering diminta nambah lagu.

Sering juga anak-anak ini diusir. kalo sudah begini, mereka cuma bisa menyingkir sambil tarik nafas panjang. yah, namanya juga ngamen, nggak ada paksaan kan ! di satu rumah ditolak, cari aja rumah lain !.

Tapi latihan kesabaran itu tetap ada gunanya. Buktinya anak-anak itu selalu pulang bawa uang lumayan. Setiap orang punya duit buat jajan dan beli rokok 2 bungkus. Hari minggu pun tetap berasap..Kebul…Kebul…

Itulah cerita pengalaman gw ngamen dulu. Habis itu gw ke Jakarta dan puluhan tahun jadi  penumpang setia buskota. Selama itu pula gw ketemu banyak pengamen bus kota. Dulu gw tau rasanya jadi pengamen. Sekarang gw tau rasanya jadi sasaran pengamen.

Gw punya prinsip begini: “rezeki yang halal itu ada di pekerjaan yang memberi manfaat”. Jadi, kalo ada pengamen yang nyanyinya enak, musiknya enak, caranya juga sopan…berarti rezekinya halal. Soalnya orang-orang di buskota ngasih uang karena merasa terhibur. Sebaliknya, pengamen yang suaranya sember dan minta duitnya agak memaksa, jangan harap dapat rezeki halal. rezekinya adalah “Rezeki Sumpah Serapah”….

Dan yang paling gw benci itu pengamen yang cuma modal keplok-keplok sama suara sember. Kita udah berdiri kepanasan berdesakan, masih disuruh dengerin nyanyian yang nggak karuan...eh, masih ‘dipaksa’ ngasih recehan lagi buat gangguan itu ! Ini sih bukan pengamen, melainkan pengemis-paksa !

Sebagai mantan pengamen, gw angkat topi sama pengamen-pengamen yang profesional (biarpun rezekinya mungkin masih ‘amatiran’). Mereka ini selalu berusaha menaikkan kemampuannya menghibur orang. Tinggal tunggu nasib baik aja untuk sukses. Iwan Fals itu contohnya. Suaranya enak, main gitarnya merdu, plus bisa menciptakan lagu. Sayangnya, Iwan sekarang kayaknya udah ga punya waktu lagi buat ngamen.

Almarhum Harry Roesli & Ully Sigar Rusadhy itu sahabatnya pengamen, mereka berdua turun ke jalan untuk ngumpulin pengamen, lantas diajari main musik yang bener. Slank juga sahabat pengamen. Lagu-lagunya jadi bahan ngamen, markasnya di Potlot juga terbuka buat para pengamen.

Tapi artis-artis hebat ini cuma bisa membantu. Kunci sukses pengamen ada di tangan pengamen itu sendiri. Omong kosong kalo pengamen bisa sukses hanya dengan bantuan orang lain. Mereka cuma membantu membukakan jalan, yang harus menjalani ya tetap para pengamen itu.

Jalan sukses hanya ada di ketekunan & kerja keras. Sedangkan Slank yang udah jadi bintang aja masih terus kerja keras, apalagi yang masih baru memulai perjalanan…..  


Botol berisi lembaran kulit onta dari hamba Tuhan itu terapung ratusan tahun di Laut Merah. Suatu hari seorang pelaut muda melihat botol itu. Dia lantas terjun dari kapal dan mengambilnya. Sampai di kapal, dia tunjukan botol itu kepada nahkoda dan teman-temannya. Mereka buka botol itu dan memba tulisan di kulit onta: “Tuhan tidak akan mengubah nasibmu jika kamu tidak mau mengubah apa yang ada pada dirimu”.

By Biko Sabri – Koran2an SLANK


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar