PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Selasa, November 23, 2010

Intro Indonesia - Ketika Lagu "Indonesia Raya" Diusik Orang Malaysia


Intro Indonesia
Ketika Lagu “Indonesia Raya”
Diusik Orang Malaysia

Perayaan 64 tahun kemerdekaan Indonesia memang telah berlalu, tapi spirit mars Indonesia Raya tak pernah lekang oleh waktu, sejak lagu itu diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman ditahun 1928 lampau. Iya, ini soal spirit nasionalisme dan ke-Indonesia-an kita.

“bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya”

Spirit itulah yang belakangan ini terusik lagi Setidaknya, saat berlangsungnya pidato kenegaraan Presiden SBY di Gedung DPR-RI.

Bayangkan, ditengah-tengah perkumpulan para elite politik kebanggan negeri, dihadapan Presiden SBY yang kembali terpilih untuk periode 2009-2014 itu, tidak terdengar lagu Indonesia Raya berkumandang. Apa pasal ?

Ketua DPR-RI saat itu Agung Laksono, kemudian meminta maaf atas kekeliruan yang tidak lazim, bahkan tak pernah terjadi semenjak Presiden pertama Bung Karno melakukan pidato kenegaraan di gedung milik Rakyat Indonesia yang terhormat itu. Ya, para anggota DPR-RI yang terhormat itu, baru melagukan Indonesia Raya di akhir acara.

Apakah para elite politik masih ingat tentang spirit dalam lagu Indonesia Raya ?

Sekitar 4 tahun silam, group band Cokelat yang dimotori oleh Edwin, mencoba menyanyikan mars Indonesia Raya dalam versi Cokelat. Ada aransemen baru dengan cita rasa Cokelat yang mengusung musik pop rock alternative itu. Niatnya sederhana, agar lagu Indonesia Raya itu kembali berkumandang di relung hati anak muda Indonesia.

“Kami tak ingin lagu kebangsaan itu hanya di dengar saat ada upacara, tapi saat sedang di rumah maupun di mobil anak muda kita mendengarkannya”, ungkap Edwin soal upaya remake terhadap lagu kebangsaan itu.

Tapi niat baik itu di tolak pihak terkait, karena mengaransemen ulang lagu kebangsaan ada aturan mainnya. Dan apa yang dilakukan Cokelat, dianggap tidak sesuai dengan peraturan pemerintah soal penggunaan lagu kebangsaan Indonesia Raya. DPR pun menolak lagu Indonesia Raya versi Cokelat. Cokelat pun batal memasukkannya kedalam album lagu-lagu perjuangan.

Cokelat, membuat aransemen ulang lagu Indonesia Raya karena kekaguman mereka pada spirit-nya.

Kemudian, lagu Indonesia Raya kembali terusik. Kali ini yang mengusiknya oknum dari negeri jiran Malaysia.

Sebuah situs berita dari Malaysia, www.topix.com, menampilkan tekt lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang diplesetkan oleh oknum asal Malaysia, dalam langgam bahasa Melayu. Tentu saja, menurut saya sang oknum sedang “sakit jiwa”nya. Dan mestinya saat ini oknum tersebut sedang di rawat di Rumah Sakit Jiwa di Kuala Lumpur.

Halaman Koran Slank tak ingin saya kotori dengan sampah yang ditulis oleh oknum tersebut dan sengaja menyebarkan di dunia maya agar menjadi perhatian khalayak. Tapi biar tak penasaran teks Indonesia Raya yang diplesetin itu bisa dilihat pada alamat : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TK0OAT9ICE7KMU4V/p61#lastPost

Jelas, oknum itu tak tahu, tak mengerti dan tak memahami spirit yang terkandung di balik sebuah lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebuah bangsa yang berjuang berpeluh-keringat, berdarah-darah, bahkan merenggang nyawa, selama 3,5 abad. Meskipun akhirnya saya bisa memahami itu, kemudian mencoba menyenangkan hati kita, bahwa yang terhina dalam plesetan lagu Indonesia Raya itu aníllala textual semata. Yang di otak-atik aníllala tilisan semata. Tapi sesungguhnya oknum itu tidak merubah apa-apa kecuali teks.

Andai penulis plesetan sampah itu adalah benar warga Malaysia, ada baiknya pemerintah Malaysia mulai memikirkan untuk membangun jiwa warganya yang sakit itu. Caranya sederhana, hafalkan saja lagu Indonesia Raya dengan baik dan benar, lalu senandungkan dengan sepenuh hati. Niscaya, sakit jiwa warganya bisa sembuh, karena spirit lagu Indonesia Raya adalah ajakan untuk membangun raga sekaligus jiwa manusia.

Yeaaah…DPR-RI boleh lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Oknum Malaysia boleh memplesetkan teks Indonesia Raya. Anak muda Indonesia boleh tidak mendengarkan lagu Indonesia Raya di kamar dan di mobil mereka. Cokelat boleh di tolak untuk menyanyikan ulang lagu Indonesia Raya.

Tapi, lagu Indonesia Raya tak kan pernah punah. Karena lagu kebangsaan itu memiliki spirit yang tetap subur di sanubari rakyat INDONESIA.

“Indonesia Raya Merdeka Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya”       
Sumber : By Buddy Ace – Koran SLANK edisi 78/Sep-Okt 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar