PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Senin, November 15, 2010

Perencanaan


BAB III
PERENCANAAN


Setiap organisasi perlu melakukan statu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan  tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional, sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).

PROSES PERENCANAAN  

            Sebelum para manajer dapat mengorganisasi, memimpin atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi. Pada tahap perencanaan para manajer menentukan apa yang akan dikerjakan, kapan akan mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan siapa yang akan mengerjakannya.
            Kebutuhan akan perencanaan ada pada semua tingkatan manajemen dan semakin meningkat pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, dimana perencanaan itu mempunyai kemungkinan dampak yang paling besar pada keberhasilan organisasi. Pada tingkatan top manajer pada umumnya mencurahkan hampir semua waktu perencanaannya jauh ke masa depan dan pada strategi-strategi dari seluruh organisasi. Manajer pada tingkatan yang lebih rendah merencanakan terutama untuk sub unit mereka sendiri dan untuk jangka waktu yang lebih pendek.
            Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang tergantung pada ukuran dan tujuan organisasi dan pada fungsi atau kegiatan khusus manajer. Organisasi yang besar dan berskala international lebih menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang daripada preusan lokal. Akan tetapi pada umumnya organisasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara perencanaan jangka panjang maupun perencanaan jangka pendek. Karena itu penting bagi para manajer untuk mengerti peranan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang dalam pola perencanaan secara keseluruhan.


EMPAT TAHAP DASAR PERENCANAAN        

            Menurut T. Hani Handoko (1999) kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap sebagai berikut :

v     Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
v     Merumuskan keadaan saat ini.
v     Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan.
v     Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.


RENCANA OPERASIONAL

            Terdapat dua jenis utama dari rencana yaitu rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis merupakan rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan yang luas dari perusahaan yaitu untuk melaksanakan tugas-tugas perusahaan. Sedangkan rencana operasional merupakan rencana yang memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu akan dilaksanakan.

Rencana operasional terdiri dari :

v     Rencana sekali-pakai (singgle-use plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana ini telah selesai dilaksanakan.
v     Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi.


PERENCANAAN STRATEGIK

            Perencanaan strategik (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, program-program strategi, dan penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaan telah di implementasikan. Perencanaan strategi juga merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun untuk mencapai tujuan organisasi.

            Ada tiga alasan yang menunjukan pentingnya perencanaan strategis, antara lain :
v     Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan-perencanaan lainnya.
v     Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk perencanaan lainnya.
v     Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan manajer dan organisasi.


FAKTOR WAKTU DAN PERENCANAAN

Faktor waktu dan perencanaan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal, yaitu:
v     Waktu sangat diperlukan untuk meaksanakan perencanaan efektif.
v     Waktu sering diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah perencanaan
tanpa informasi lengkap tentang variable-variabel dan alternatif - alternatif, karena waktu diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.
v     Jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.
Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perencanaan adalah seberapa sering rencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki. Ini tergantung pada sumber daya yang tersedia dan derajat ketetapan perencanaan manajemen.

Rencana jangka pendek, menengah dan panjang

Rencana – rencana jangka pendek mencakup berbagai rencana dari satu hari sampai satu tahun; rencana-rencana jangka menengah mempunyai rentangan waktu antara beberapa bulan sampai tiga tahun; dan rencana- rencana jangka panjang mengikuti kegiatan selama dua sampai lima tahun, dengan beberapa rencana yang diproyeksikan dua puluh lima tahun atau lebih dimasa yang akan datang. Perencanaan jangka panjang berkenaan dengan perencanaan strategic.



ALASAN PERLUNYA PERENCANAAN

            Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan-tujuan di waktu yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.

Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan, antara lain :

v     Untuk mencapai “protective banefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan.
v     Untuk mencapai “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Beberapa manfaat perencanaan, antara lain :

v     Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
v     Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
v     Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat.
v     Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
v     Memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian organisasi.
v     Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
v     Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
v     Menghemat waktu, usaha, dan dana.

Beberapa kelemahan perencanaan, antara lain :

v     Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata.
v     Perencanaan cenderung menunda kegiatan.
v     Perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.
v     Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi.
v     Ada beberapa rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.


HUBUNGAN PERENCANAAN DENGAN FUNGSI LAIN

            Perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dari fungís manajemen lainnya. Fungís perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantung, dan berinteraksi.

v     Pengorganisasian ( Organizing )
Perencanaan menunjukan cara dan perkiraan bagaimana mengorganisasikan sumber daya-sumber daya organisasi untuk mencapai efectivitas yang paling tinggi.
v     Pengarahan ( Directing )
Perencanaan menentukan kombinasi paling baik dari sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk mengarahkan, mempengaruhi dan memotivasi karyawan.
v     Pengawasan ( Contolling )
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan erat. Pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan verja terhadap rencana.


MENGATASI HAMBATAN PERENCANAAN EFEKTIF

            Ada dua jenis hambatan terhadap pengembangan rencana yang efektif, yaitu : Hambatan pertama adalah perlawanan atau penolakan internal para calon perencana terhadap penetapan sasaran dan pembuatan rencana untuk mencapainya. Dan hambatan kedua adalah keengganan para anggota organisasi untuk menerima perencanaan dan rencana yang akan menyebabkan perubahan.
            Untuk mengatasi hambatan-hambatan terhadap perencanaan yang efektif para manajer harus membantu bawahan dengan sebaik-baiknya dengan menciptakan sistem organisasi yang mempermudah penetapan sasaran dan bukan yang menghambatnya.

Membantu individu menetapkan sasaran.
Para manajer yang tidak memiliki pengetahuan tentang organisasi atau lingkungan eksternalnya, memerlukan bantuan dalam mengembangkan sistem informasi yang baik. Bantuan dapat berupa program pengembangan manajemen dalam perusahaan untuk membantu dalam mengadakan hubungan informal dengan orang-orang dari berbagai departemen, divisi, dan lokasi. Bilamana perencanaan merupakan proses yang dipahami dengan baik, maka akan lebih mudah bagi tiap individu untuk mengembangkan rencana guna mencapai sasaran tersebut.

Mengatasi perlawanan terhadap perubahan.
            Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara melibatkan para karyawan yang akan terkena pengaruh dalam proses perencanaan. Kemudian dengan memberikan lebih banyak informasi kepada para karyawan tentang rencana dan kemungkinan akibat-akibatnya. Selain itu juga, dengan menyadari dampak dari perubahan-perubahan yang diusulkan terhadap para anggota organisasi dan memperkecil gangguan yang tidak perlu.


Referensi :
v      Pengantar manajemen – Arief Bowo PK,SE.MM (http://PKSM.mercubuana.ac.id)
v      Faktor_waktu_dan_perencanaan (http://computersaya.blogspot.com)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar