PeACe a LonG Day.....PeACe A LoNG Day....PeACe a LonG Day

Jumat, November 26, 2010

Musik - QUEEN adalah Keabadian

MUSiK

 QUEEN adalah Keabadian

Queen itu nama yang memancarkan keagungan atau kemuliaan. penuh karisma dan terkesan ninggrat. sesuatu yang universal. Demikian alasan Freddie Mercury (vocal) dan Roger Taylor (drum) memilih nama Queen untuk bandnya. Brian May (gitar) sendiri kurang setuju dengan nama tersebut. Tapi, akhirnya ia takluk dengan rayuan kedua sahabatnya. Logo Queen dibuat oleh Freddie dengan menggabungkan zodiac masing-masing personil.

Di tahun 1970, Brian Harold May, (Hampton Middlesex, Inggris 19 Juli 1947), Freddie Mercury alias Farrokh Bulsara (5 September 1946 Stone Town, Zanzibar), dan Roger Meddows-Taylor (King’s Lynn, Norfolk, Inggris 26 Juli 1949) dan Mike (bass), ngebentuk sebuah band yang di kasih nama Grande Dance, merasa kurang pas mereka mengganti nama bandnya jadi The Rich Kids.

Formasi awal ini berubah karena si Mike cabut dari band. Barry Mitchell ngegantiin posisinya. Kayaknya posisi pemain bass di band ini selalu ganti personil. Januari 1971, Barry Mitchell mengundurkan diri. Setelah melalui proses audisi, terpilihlah Doug yang masih temennya Roger, menjadi pemain bassnya Queen.

Tapi Doug juga nggak bertahan di band ini, ia di keluarkan dari Queen. lalu bassist John Richard Deacon, kelahiran Leicester, Inggris, 19 Agustus 1951, bergabung, John personil termuda di Queen. Inilah formasi yang kemudian menuai kesuksesan.

Band ini sering tampil di acara-acara musik. Orang mulai kenal dengan band ini, padahal album aja Belum punya. Baru di pertengahan tahun 1973, Queen ngeluarin debut albúmnya bertitel “Queen”. Ini juga beberapa kali tertunda.

Sejak album perdananya dirilis di tahun 1973, hampir tiap tahun Queen ngeluarin album baru. Bahkan di tahun 1974, dalam kurun waktu delapan bulan, Queen merilis album kedua “Queen II” dan “Sheer Heart Attack” (album ketiga). begitu juga ditahun 1980, Queen hadir dengan album “The Game” di bulan Juni. lalu bulan Desember di tahun yang sama, keluar album “Flash Gordon”, album soundtrack untuk film fiksi ilmiah dengan judul yang sama.

Di sela-sela album studionya, Queen juga ngerilis album live dan kompilasi. Contohnya album “Live at Wembley 86” yang Sangat terkenal, dirilis Mei 1992. Tercatat ada 15 album studio, 5 album live dan 8 album kompilasi, bahkan album “the A-Z of Queen, Volume 1” baru dirilis Juli 2007.

Queen bukan hanya produktif menulis lagu. Mereka juga sangat memperhatikan penampilan ketika manggung. kebanyakan anak band seangkatan Queen kalo manggung biasanya pake celana kulit atau jeans dan t’shirt. Berbeda dengan Queen yang selalu tampil rapi. kostum yang unik. Ada kalanya bergaya semi aristokrat atau semi militer.

Dilain waktu mereka tampil bergaya klasik dengan syal dari bahan satin di leher. Mengenakan kemeja yang berlipit di bagian dada dan di bagian lengan. Kadang memakai stelan jas. Tapi pernah juga mereka tampil cuek dengan celana ketat dan kaus dalam. Ini juga salah satu nilai jual Queen.

Freddie memang lead vocal dalam band asal Inggris ini. Tetapi, personil yang lain juga sering ikut bernyanyi sehingga menampilkan perpaduan vocal yang harmoni. Ia dikenal sebagai penyanyi  bravura dengan tekhnik dan style brilian. Dengan warna yang halus dan mampu mencapai nada-nada tinggi melengking. Cara nyanyi Freddie Mercury di dunia musik disebut tekhnik acuto. Freddie juga sering menggunakan nada falsetto.

Suara Freddie terkesan sangat jantan, penuh karisma dan Sangat bertenaga. Suaranya bisa mencapai empat oktaf. Pokoknya suara Freddie yang berkarakter menjadi ciri tersendiri dari Queen.

Musik Queen Sangat inovatif dan variatif. Hadir dalam rock campur aduk. Kayak Glam rock, hard rock, heavy metal, progressive rock, pop rock, punk rock, speed metal, dan psychedelic rock. Queen juga jago bikin lagu dalam gaya country, gospel, opera dan folk.

Ternyata untuk tekhnik tapping pada gitar, Brian May sudah memakainya, hanya setahun sebelum Eddie Van Halen mempopulerkan tekhnik tersebut. Ia memainkan tekhnik tapping di lagu “it’s late” dari album “News of The World” (1977) yang juga mencuatkan tembang “We are The Champion” dan “We Will Rock You”.

Ada yang berubah dengan album-album Queen yang lahir di era 80-an. Queen menggunakan synthesizers. Di mulai pada album “The Game” (1980), simak aja di nomor “Play the Game”. Ini juga merupaka album Queen yang paling pendek, hanya berdurasi 35 menit.

Penggunaan synthesizers juga hadir lagi di album berikutnya “Flash Gordon” (1980). Bahkan lebih dominan dibandingkan album sebelumnya. Sayangnya penjualan album ini nggak sukses seperti album-albun Queen terdahulu. Hal yang sama kembali terjadi dengan album “Hot Space” (1982) yang juga nggak sukses penjualannya.

Setelah album “Hot Space” dan ngegelar promo tour, personil Queen istirahat dari kegiatan band. Mereka mulai sibuk dengan proyek solo. Brian May kerja bareng Eddie Van Halen, Freddie memulai pengerjaan album solonya “Mr. Bad Guys”(1985) dan “Barcelona”(1988).

Agustus 1983, mereka kembali ngumpul untuk pengerjaan album “The Work” yang rilis Februari 1984. Ini juga untuk pertama kalinya Queen rekaman di Amerika.’I Want to Break Free’,’It’s a Hard Life’, ‘Radio Ga Ga’, dan ‘Hammer to Fall’ adalah nomor-nomor terkenal dari album ini. Musik Queen lebih ngerock.

Tetapi Queen juga mendapat cibiran dari fans mereka. Soalnya di video klip ‘I Want to Break Free’, personil Queen bergaya seperti waria. Mereka sengaja memparodikan sebuah opera sabun terkenal di Inggris saat itu. Biarpun begitu, lagu tersebut menjadi salah satu greatest hits-nya Queen.

Beberapa tahun sebelumnya, single ‘Bohemian Rhapsody’ sempat di protes oleh managernya, karena berdurasi 6 menit. Menurut managernya lagu itu kepanjangan kalo mau di jadiin single. Lagu yang masuk di album “A Night at The Opera”(1975) ini menghabiskan biaya 4500 poundsterling untuk pembuatan videoklipnya.
Ternyata nggak sia-sia personil Queen berdebat dengan produsernya untuk single ‘Bohemian Rhapsody’. Lagu ini meraih penghargaan Best British Single di 11th annual BRIT Awards di London tahun 1992. Karena single ini juga Freddie diganjar penghargaan Ivor Novello untuk kedua kalinya. Itu tadi cuma sebagian dari penghargaan yang diterima untuk lagu ‘Bohemian Rhapsody’.

Queen terus berjaya. Album-albumnya, kecuali dua album di awal 80-an laris manis di pasaran. Konser mereka selalu dipadati penonton. Mungkin karena saking ngetopnya Queen, entah disengaja atau tidak, penyanyi Vanilla Ice memasukkan simple bass dan piano dari lagu ‘Under Preasure’ kedalam lagunya yang berjudul ‘Ice Ice Baby’. Nomor ‘Ice Ice Baby’ kemudian menjadi hits tahun 1991.

Sebuah kejadian yang kontroversial banget. Soalnya bunyi bass dan piano yang ada di lagunya Vanilla Ice ini mirip dengan yang ada di lagu ‘Under Preasure’ yang dinyanyiin Freddie bareng David Bowie di album “Hot Space”(1982).

AIDS merenggut nyawa Freddie Mercury

Mei 1989, Queen ngeluarin album “The Miracle”. Proses rekaman album ini, Queen dirundung berbagai masalah. Salah satunya adalah Freddie di diagnosa mengidap penyakit AIDS. “Innuendo”, album ke empatbelas Queen yang rilis Februari 1991. Hanya beberapa bulan sebelum sang vocalis meninggal. Album ini direkam ditengah usaha Freddie berjuang melawan penyakit AIDS. Namun, takdir berkehendak lain. Freddie meninggal dunia di Kensington, London tanggal 23 November 1991, tepat di usia 45 tahun. 20 April 1992, lima bulan setelah meninggalnya Freddie Mercury, diadakan The Freddie Mercury Tribute Concert di stadion wembley, London. Banyak musisi terkenal tampil dalam konser ini. Diantaranya Axl Rose, Elton Jhon, George Michael, David Bowie, Extreme, Annie Lennox, Robert Plant (Led Zeppelin), Tony Lommi (Black Sabbath), James Hetfield (Metallica), Roger Daltrey (The Who) dan Def Leppard. Bersama tiga personil Queen, mereka ngebawain nomor-nomor hits milik Queen.


“Made in Heaven”(1995), album Queen yang rilis setelah Freddie Mercury meninggal dunia. Tapi, biar udah almarhum, Freddie masih ngisi vocal di album ini. Pasalnya, sebelum meninggal, ia banyak ngerekam vocalnya di lagu-lagu yang kemudian masuk di album ini. Setelah ia meninggal, personil yang lain kembali ke Studio di tahun 1993 untuk nyelesain pembuatan album tersebut.
Sejak 1973, mereka telah merilis 15 album Studio, 5 album live dan banyak album kompilasi. Terjual lebih dari 300 juta copy di seluruh dunia, termasuk 35,5 juta copy di Amerika Serikat. Membuat mereka menjadi artis musik dengan penjualan album terbaik di dunia. Total 5 album live, 15 album studio, 8 album kompilasi. Banyak penghargaan yang mereka raih. Banyak juga film yang menggunakan lagu-lagu Queen.

Freddie Mercury memang telah lama meninggal. John Deacon pun telah mengundurkan diri dari band, tapi nama besar Queen masih bertahan. Walaupun mereka udah nggak bikin album rekaman lagi. Kita semua masih sering dengar salah satu hits Queen, ‘We Are The Champion’ sampai Sekarang , masih digunakan di arena-arena olahraga sebagai theme song untuk sang juara.
“QUEEN” memang sebuah keabadian….
Sumber : Koran SLANK edisi 56/Agustus - September 2007



DISKOGRAFI

ALBUM STUDIO
Queen (1973)
Queen II (1974)
Sheer Heart Attack (1974)
A Night at the Opera (1975)
A Day at the Races (1976)
News of the World (1977)
Jazz (1978)
The Game (1980)
Flash Gordon (1980)
Hot Space (1982)
The Works (1984)
A Kind of Magic (1986)
The Miracle (1989)
Innuendo (1991)
Made in Heaven (1995)

ALBUM LIVE
Live Killers (1979)
Live Magic (1986)
Live at Wembley’86 (1992)
Queen on fire – Live at the bowl (2004)
‘Return of The Champion’ (2005)

KOMPILASI
Greatest Hits <Elektra> (1981)
The Complete Works (1985)
Queen at the Beeb (1989)
Greatest Hits, Vol. II (1991)
Classic Queen (1992)
Greatest Hits <Hollywood> (1992)
Greatest Hits <Parlophone> (1994)
At the BBC (1995)
Greatest Hits, Vol. 1-2 (1995)
Queen Rock (1997)
Dragon Attack – A Tribute to Queen (1997)
The Crown Jewels (1998)
Greatest Hits III (1999)
Platinum Collection, Vol. 1-3 ( 2000)
Greatest Hits : We Will Rock You Edition (2004)
Killer Queen : A Tribute to Queen (2005)
Stone Cold Classic (2006)
The A-Z of Queen, Volume 1 (2007)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar